Pencarian

Ledakan Pabrik Kimia Cilegon Kembali Terjadi di Titik yang Sama dengan Insiden 2022, DLH Soroti Evaluasi Internal Perusahaan

Selasa, 26 Mei 2026 • 18:39:23 WIB
Ledakan Pabrik Kimia Cilegon Kembali Terjadi di Titik yang Sama dengan Insiden 2022, DLH Soroti Evaluasi Internal Perusahaan
Ledakan kembali terjadi di pabrik kimia PT Merak Chemical Indonesia di Cilegon pada titik yang sama dengan insiden 2022.

CILEGONLedakan di pabrik kimia PT Merak Chemical Indonesia (MCCI) di Cilegon, Banten, menyisakan tanda tanya besar. Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, mengungkapkan bahwa titik pipa yang pecah pada insiden tahun 2026 ini identik dengan lokasi ledakan yang terjadi empat tahun sebelumnya.

“Setelah kami telusuri lebih lanjut, lokasi kejadian ini ternyata sama dengan titik kejadian yang pernah terjadi pada tahun 2022 yang lalu,” kata Sabri kepada wartawan di kantornya, Selasa (26/5/2026).

Meski berada di titik yang sama, arah semburan uap dari ledakan kali ini berbeda. Pada 2022, semburan mengarah ke area Pertamina, sedangkan pada insiden terbaru, semburan justru mengarah ke bagian dalam pabrik. Perbedaan ini menjadi salah satu fokus penyelidikan DLH.

Audit Internal Perusahaan Dipertanyakan

Sabri menegaskan, evaluasi pasca-ledakan tahun 2022 bukan berasal dari rekomendasi DLH, melainkan hasil audit mandiri dari pihak perusahaan. “Perlu diluruskan bahwa yang ada sebelumnya bukanlah rekomendasi dari LH, melainkan audit internal dari pihak mereka sendiri,” ujarnya.

Karena insiden serupa terulang di lokasi yang persis sama, DLH menilai evaluasi internal tersebut belum cukup. Sabri menekankan perlunya pendalaman lebih lanjut terhadap infrastruktur pabrik, mulai dari material pipa, jenis yang digunakan, hingga faktor tekanan operasional.

“Karena sekarang di tahun 2026 terjadi lagi di titik yang sama, maka diperlukan pendalaman lebih lanjut, baik dari segi material, jenis pipa yang digunakan, maupun faktor tekanan,” tegas Sabri.

Klaim Sistem Keamanan Berbasis Tekanan Otomatis

Menanggapi temuan ini, pihak perusahaan mengklaim sistem pengelolaan tekanan pada pipa telah diawasi secara ketat. Sabri menyampaikan, sistem yang digunakan disebut-sebut bekerja seperti prinsip panci presto, yang akan mengeluarkan bunyi dan uap jika tekanan mencapai ambang batas.

“Mengenai sistem tekanan, mereka mengklaim sistemnya terkontrol seperti prinsip kerja panci presto yang akan mengeluarkan bunyi dan uap jika tekanan mencapai ambang batas,” katanya.

Namun, klaim tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya. Saat ini, seluruh proses penyelidikan aspek hukum dan teknis telah diserahkan kepada pihak berwajib. Polda Banten disebut tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah ada kelalaian prosedur operasional standar (SOP) atau faktor lain yang memicu ledakan.

“Saat ini, teman-teman dari Polda masih terus melakukan tahap penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat kelalaian SOP atau faktor lainnya,” kata Sabri.

DLH Cilegon kini hanya bisa menunggu hasil resmi dari kepolisian. Insiden yang terjadi dua kali di titik yang sama ini menjadi alarm bagi pengawasan industri kimia di kawasan Cilegon, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri berat di Indonesia.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks