Pencarian

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie: Pancasila Harus Jadi Living Ideology Bukan Sekadar Hafalan di Tengah Disrupsi Global

Rabu, 03 Juni 2026 • 12:41:42 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie: Pancasila Harus Jadi Living Ideology Bukan Sekadar Hafalan di Tengah Disrupsi Global
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan Pancasila sebagai ideologi hidup di tengah disrupsi global.

TANGERANG SELATAN — Di tengah hiruk-pikuk dunia yang dihantui ketidakpastian geopolitik dan perubahan teknologi yang tak terbendung, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengingatkan satu hal: Pancasila adalah bintang penuntun yang sudah teruji ketangguhannya. Bukan sekadar rangkaian kata dalam pembukaan UUD, melainkan ideologi yang harus terasa dalam setiap tindakan warga.

Benyamin menyebut, keberhasilan Indonesia menjaga persatuan di tengah ribuan pulau dan ratusan etnis adalah bukti nyata kekuatan Pancasila. Keragaman, menurutnya, bukanlah celah untuk terpecah, melainkan modal sosial yang justru memperkuat bangsa.

Pancasila Bukan Sekadar Slogan di Dinding Kelas

Dalam amanat yang dibacakannya dari Kepala BPIP, Benyamin menyoroti kecenderungan masyarakat yang kerap mereduksi Pancasila menjadi sekadar hafalan di bangku sekolah. Padahal, nilai-nilai itu harus tercermin dalam kepedulian sosial, gotong royong, dan toleransi antarwarga Tangsel yang majemuk.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya,” ujar Benyamin, dikutip dari laman Pemkot Tangsel, Senin (1/6/2026).

Ia secara khusus mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology—ideologi yang hidup dan bernapas dalam keseharian. Bukan sekadar dihafal, melainkan dijalankan saat bergaul di media sosial, saat berorganisasi, hingga saat membantu tetangga yang kesulitan.

Kebijakan Pemkot Harus Berlandaskan Keadilan Sosial

Benyamin tak hanya bicara soal warga. Ia juga mengingatkan jajaran perangkat daerah agar setiap kebijakan publik yang lahir dari Puspemkot Tangsel harus berlandaskan prinsip keadilan sosial. Pelayanan pemerintah, tegasnya, tidak boleh pilih-pilih golongan.

“Tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam pembangunan,” tegas Benyamin.

Pesan ini menjadi relevan mengingat Tangsel terus tumbuh sebagai kota penyangga Jakarta dengan dinamika sosial yang kompleks. Mulai dari kawasan elit di BSD hingga permukiman padat di Ciputat, semua harus merasakan kehadiran negara secara adil.

Apa yang Bisa Dilakukan Warga Tangsel Mulai Hari Ini?

Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-76 ini bukan sekadar seremoni tahunan. Benyamin mendorong agar semangat persatuan dan toleransi diwujudkan dalam hal-hal sederhana: menghormati tetangga yang berbeda keyakinan, gotong royong membersihkan lingkungan, hingga tidak menyebar ujaran kebencian di grup WhatsApp.

“Pancasila harus hadir dalam setiap tindakan dan kebijakan demi Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat,” pungkasnya.

Melalui momentum ini, Pemkot Tangsel menegaskan komitmennya menjaga harmoni sosial. Di tengah dunia yang tak pasti, Banten—khususnya Tangsel—memilih untuk berpegang pada ideologi yang sudah terbukti mempersatukan.

Bagikan
Sumber: beritabanten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks