TANGERANG — Sebanyak 20 kendaraan roda empat tercatat tidak memenuhi ambang batas emisi gas buang dalam uji emisi gratis yang digelar DLH Kota Tangerang, Rabu (3/6). Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menyebutkan bahwa mayoritas kendaraan yang gagal adalah armada operasional perusahaan berbahan bakar solar.
Mayoritas Gagal: Armada Solar Milik Perusahaan
“Sampai dengan posisi tadi itu ada lebih kurang hampir 20 kendaraan tidak lulus. Dan mayoritas kendaraan yang tidak lulus itu adalah kendaraan-kendaraan industri, kendaraan-kendaraan yang dimiliki oleh perusahaan,” ujar Wawan di lokasi kegiatan.
DLH menargetkan pemeriksaan terhadap minimal 500 unit kendaraan roda empat selama operasi yang berlangsung di depan Tangcity Mall ini. Setelah titik tersebut, agenda serupa akan dilanjutkan di kawasan Metland, Kecamatan Cipondoh, esok hari.
Imbauan Tegas ke Perusahaan: Segera Rawat Armada
Menanggapi temuan tersebut, Wawan memberikan imbauan tegas kepada pemilik usaha agar segera melakukan perawatan mandiri terhadap armada mereka. Ia menekankan bahwa tanggung jawab menjaga kualitas udara tidak hanya berada di pundak pemerintah.
“Kita berharap nantinya pihak perusahaan bisa juga andil kepedulian untuk segera memperbaiki kondisi kendaraannya. Karena masalah emisi ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Respons Pengendara: Tahu Kondisi Kendaraan Sendiri
Kegiatan ini mendapat respons positif dari pengguna jalan. Ridwan, seorang pengendara roda empat yang kebetulan melintas, mengaku terbantu dengan adanya uji emisi gratis tersebut.
“Iya ini baik, jadi kita tahu bagaimana kondisi kendaraan kita,” katanya.
Operasi ini melibatkan sinergi dari Polres Metro Tangerang Kota, Kodim 0506, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga konsultan ahli uji emisi untuk memastikan ketertiban di lapangan.
Satgas Langit Biru: Tak Berhenti Setelah Hari Lingkungan
Wawan menegaskan bahwa di luar momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Satgas Langit Biru Kota Tangerang akan tetap bergerak aktif sepanjang tahun. Langkah sosialisasi dan edukasi masih diutamakan sebelum beralih ke penindakan.
“Kita berharap nantinya pihak perusahaan bisa juga andil kepedulian untuk segera memperbaiki kondisi kendaraannya,” pungkasnya.