TANGERANG SELATAN — Ribuan lulusan SD di Kota Tangerang Selatan setiap tahunnya harus bersaing ketat untuk mendapatkan kursi di SMP negeri. Dari total sekitar 25.000 lulusan SD, lebih dari separuhnya memilih mendaftar ke sekolah negeri, padahal kapasitasnya terbatas.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan skema untuk menjamin anak-anak tetap bisa bersekolah tanpa biaya, meski tak lolos seleksi di SMP negeri.
Skema Beasiswa untuk 5.000 Siswa
"Bagi yang tidak diterima di SMP Negeri, kita bekerja sama dengan hampir 100 SMP swasta di Tangerang Selatan. Nantinya kita siapkan 5.000 beasiswa untuk siswa yang tidak diterima di sekolah negeri dan harus masuk ke sekolah swasta agar biaya pendidikannya gratis," kata Pilar di Tangerang, Jumat.
Dengan skema ini, orang tua tidak perlu khawatir anaknya putus sekolah hanya karena gagal masuk SMP negeri. Beasiswa tersebut menanggung biaya pendidikan di sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan Pemkot Tangsel.
Mengapa Kuota SMP Negeri Tak Cukup?
Setiap tahun, terdapat sekitar 25.000 lulusan SD di Tangsel yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Dari jumlah tersebut, rata-rata 12.000 hingga 15.000 siswa memilih mendaftar ke sekolah negeri. Sementara itu, kuota yang tersedia untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri tahun 2026/2027 hanya 9.976 siswa.
Artinya, setidaknya 2.000 hingga 5.000 siswa setiap tahunnya harus mencari alternatif ke sekolah swasta. Angka inilah yang coba dijawab oleh program beasiswa tersebut.
Pembangunan 7 SMP Baru dalam Lima Tahun
Pilar menjelaskan, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan kerja sama dengan swasta. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan, selama lima tahun ke depan akan dibangun tujuh SMP negeri baru.
"Sambil itu berjalan, kita tetap bekerja sama dengan sekolah swasta," ujarnya.
Pembangunan sekolah baru ini diharapkan bisa mengurangi ketimpangan antara jumlah peminat dan daya tampung SMP negeri dalam jangka panjang.
Empat Jalur Seleksi dan Syarat Pendaftaran
SPMB SMP Negeri di Tangsel membuka empat jalur penerimaan. Jalur Domisili memiliki kuota paling besar, yakni 40 persen, disusul Jalur Afirmasi 30 persen, Jalur Prestasi 25 persen, dan Jalur Mutasi lima persen.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs https://spmb.tangerangselatankota.go.id. Bagi calon murid yang mengalami kendala, bisa datang langsung ke SMP Negeri tujuan untuk mendapatkan bantuan dari panitia sekolah.
Calon murid wajib telah lulus dari SD, SD Terbuka, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Paket A, atau bentuk lain yang sederajat serta berusia paling tinggi 15 tahun pada 1 Juli 2026. Khusus lulusan tahun sebelumnya, wajib melampirkan ijazah yang telah dilegalisasi oleh sekolah asal.
Persyaratan Administrasi dan Jalur Prestasi
Untuk persyaratan administrasi, calon murid wajib melampirkan akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), serta Surat Keterangan Lulus (SKL) atau surat keterangan telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran dari sekolah asal. Khusus Jalur Domisili, KK harus telah tercatat di Disdukcapil paling singkat satu tahun atau terdata paling lambat 1 Juni 2025.
Selain itu, calon murid yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik, kemampuan tahfiz Al-Qur'an, hingga anggota Pramuka Siaga Garuda dapat mengikuti jalur prestasi dengan melampirkan dokumen pendukung yang dipersyaratkan.
Program beasiswa ini menjadi jaring pengaman bagi ribuan anak di Tangsel agar tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya, sembari pemerintah daerah terus menambah kapasitas sekolah negeri.