BANTEN — Keputusan wasit yang mengesahkan gol Marcus Neill lewat bantuan VAR menjadi titik balik pertandingan semifinal Piala AFF U-19 2026. Asisten wasit awalnya mengangkat bendera tanda offside, namun teknologi menegaskan sebaliknya. Hasil ini memastikan Australia melaju ke final, sementara Indonesia harus mengubur ambisi juara di kandang sendiri.
Keputusan Berani Nova Arianto: Evandra Florasta Dicadangkan
Pelatih Nova Arianto melakukan rotasi di lini tengah dengan menyimpan gelandang andalan Evandra Florasta dan Timothy Baker di bangku cadangan. Sebaliknya, Mathew Baker langsung dipercaya menjadi starter setelah pulang dari tugas FIFA Matchday melawan Oman dan Mozambik bersama Timnas senior Indonesia.
Dari sisi sebaliknya, Australia menurunkan kekuatan penuh. Jai Diesel Rose dan Luka Didulica menjadi motor serangan The Young Socceroos sejak menit awal.
Babak Pertama Tanpa Gol, Fisik Keras Warnai Laga
Pertandingan berjalan ketat sejak kick-off. Kedua tim saling jual beli serangan dengan tempo tinggi. Benturan fisik keras terjadi di beberapa momen, namun skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, tempo tak berubah. Pelatih Nova Arianto memasukkan Amar Brkic, Welber Jardim, dan Reno Salampessy untuk menambah daya gedor. Namun, justru Australia yang memecah kebuntuan lewat skema jebakan offside yang gagal pada menit ke-82.
Dampak Kekalahan: Fokus Garuda Muda ke Kualifikasi Piala Asia U-20
Kekalahan ini membuat Indonesia gagal mengulang pencapaian final Piala AFF U-19 2024. Padahal, Garuda Muda melaju ke semifinal dengan modal sempurna—menyapu bersih seluruh pertandingan fase grup.
Meski demikian, tugas Timnas U-19 belum berakhir. Pada akhir Agustus hingga awal September 2026, skuad asuhan Nova Arianto akan berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Turnamen itu menjadi target utama, bukan sekadar turnamen regional Asia Tenggara.