BANTEN — Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS, pada Februari lalu, menargetkan resor Kovay Gardens di negara bagian Nayarit, Meksiko, bersama lima individu dan 17 entitas bisnis yang terafiliasi dengan CJNG. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan kartel narkoba tidak lagi hanya bergerak di perdagangan gelap, tetapi juga mengeksploitasi sektor pariwisata dan jasa keuangan untuk meraup keuntungan ilegal.
Kerugian Warga Senior Capai Rp 5 Triliun
Biro Investigasi Federal AS (FBI) mencatat hampir 6.000 warga AS melaporkan kerugian total mendekati 300 juta dolar AS terkait penipuan kepemilikan liburan di Meksiko dalam kurun waktu lima tahun. Pada 2024 saja, Pusat Pengaduan Kejahatan Internet (IC3) FBI menerima hampir 900 pengaduan dengan kerugian lebih dari 50 juta dolar AS. Angka ini diyakini hanya puncak gunung es karena banyak korban enggan melapor karena rasa malu.
Modus: Iming-Iming Liburan Impian, Berujung Peras-Memeras
Pelaku menghubungi korban melalui telepon atau email, berpura-pura sebagai agen real estat atau perusahaan investasi yang menawarkan pembelian hak liburan. Semua prosedur awal diatur dengan rapi: kontrak, dokumen hukum, rekening bank, dan situs web bisnis yang tampak sah. Namun, sebelum transaksi selesai, korban diminta membayar "pajak", "biaya transfer", "biaya notaris", atau "biaya pemrosesan" secara berulang. Setelah uang ditransfer, pembayaran yang dijanjikan tidak pernah terealisasi.
Yang lebih mengkhawatirkan, para korban yang sudah sadar ditipu kerap menjadi sasaran "penipuan ulang". Penipu menyamar sebagai pengacara atau pejabat pemerintah, mengklaim bisa memulihkan aset yang hilang atau mengancam akan menuntut korban karena transaksi sebelumnya diduga terkait pencucian uang. OFAC bahkan mengeluarkan peringatan pada 2023 setelah banyak individu menyamar sebagai lembaga tersebut untuk terus menguras korban.
Kartel CJNG Kuasai Seluruh Rantai Penipuan
Investigasi Departemen Keuangan AS mengungkapkan CJNG tidak sekadar melindungi jaringan penipuan, tetapi secara langsung mengendalikan seluruh operasi. Pejabat AS menyebut model ini sebagai "penipuan terintegrasi vertikal". Kartel mengelola resor, basis data pelanggan, hingga pusat panggilan khusus untuk menjalankan aksinya. Pusat jaringan itu adalah resor Kovay Gardens di La Cruz de Huanacaxtle, barat laut Puerto Vallarta, yang disebut menggunakan panggilan otomatis dan janji palsu untuk menarik pelanggan.
Sejak FinCEN, OFAC, dan FBI mengeluarkan peringatan bersama, lembaga keuangan AS telah mengirimkan lebih dari 850 laporan transaksi mencurigakan yang melibatkan total sekitar 330 juta dolar AS. Pemerintah AS kini terus mendesak kerja sama lintas negara untuk membongkar jaringan yang telah merugikan ribuan lansia di Amerika Utara ini.