BANTEN — Kenaikan harga Pertamax dari Rp 12.950 per liter menjadi Rp 13.700 per liter langsung berdampak pada pergeseran konsumsi BBM masyarakat. Data di lapangan menunjukkan peningkatan pembelian Pertalite yang signifikan di sejumlah SPBU Jabodetabek sejak awal pekan ini. Fenomena ini wajar terjadi mengingat selisih harga yang mencapai Rp 750 per liter antara kedua jenis bahan bakar tersebut.
Stok Pertalite Aman untuk 10 Hari ke Depan
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, menyatakan bahwa stok Pertalite secara nasional berada dalam posisi aman. "Kami memonitor langsung pasokan di terminal BBM dan SPBU. Stok Pertalite saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 10 hari ke depan," ujarnya dalam konferensi pers kemarin.
Pemerintah mengklaim telah mengantisipasi potensi lonjakan permintaan ini sejak sebelum harga Pertamax diumumkan. Pertamina juga telah menambah alokasi Pertalite untuk wilayah-wilayah yang terpantau mengalami peningkatan konsumsi di atas rata-rata.
Pengawasan Diperketat untuk Cegah Penyalahgunaan
Kementerian ESDM bersama Pertamina dan aparat kepolisian memperkuat pengawasan di tingkat SPBU. Tim pengawas akan memeriksa kesesuaian pembelian Pertalite dengan data kendaraan yang terdaftar dalam sistem subsidi tepat sasaran. Langkah ini diambil untuk memastikan Pertalite yang harganya masih disubsidi pemerintah benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
"Kami tidak ingin ada oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk membeli Pertalite dalam jumlah besar lalu menjualnya kembali," tegas Tutuka. Pengawasan ketat juga menyasar SPBU yang terindikasi melakukan penimbunan atau penjualan di luar ketentuan yang berlaku.
Antrean Mulai Terlihat di SPBU Pinggiran Jakarta
Sejumlah SPBU di kawasan Bekasi, Tangerang, dan Depok mulai mengalami antrean kendaraan roda empat pada jam-jam sibuk sejak Senin (3/3). Pengemudi mengaku terpaksa beralih ke Pertalite karena anggaran bahan bakar mereka membengkak. "Kalau pakai Pertamax terus, bisa habis Rp 150 ribu lebih untuk sekali isi penuh. Dengan Pertalite, saya bisa hemat sekitar Rp 40 ribu per minggu," ujar Budi Santoso, pengguna harian rute Bekasi-Jakarta.
Meski begitu, pemerintah optimistis lonjakan permintaan ini hanya bersifat sementara. Masyarakat diperkirakan akan beradaptasi dengan harga baru Pertamax dalam beberapa pekan ke depan. Pertamina juga mengingatkan bahwa Pertamax tetap menjadi pilihan tepat bagi kendaraan dengan teknologi mesin injeksi terbaru yang membutuhkan oktan lebih tinggi untuk performa optimal.