BANTEN — Apple akhirnya angkat bicara soal kenaikan harga yang membebani jajaran Mac dan iPad dalam beberapa pekan terakhir. Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, CEO Apple Tim Cook mengonfirmasi bahwa perusahaan tidak sanggup lagi menahan beban biaya produksi yang membengkak.
“Sayangnya, kenaikan harga tidak bisa dihindari,” ujar Cook. “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi pelanggan, tapi situasinya sudah tidak terkendali.”
Memori DDR5 Melonjak 4 Kali Lipat
Akar masalahnya ada di pasar memori global. Pembangunan pusat data AI dalam skala besar-besaran telah menyedot pasokan modul memori, terutama jenis DDR5 dan LPDDR yang juga digunakan Apple. Akibatnya, harga komponen meroket.
Sebagai gambaran, satu kit memori DDR5 32GB 6000MHz yang setahun lalu masih di bawah 90 dolar AS (sekitar Rp1,5 juta) kini mendekati 400 dolar AS (sekitar Rp6,6 juta). Apple sendiri menggunakan memori kelas atas yang disolder langsung ke chipset — proses yang lebih kompleks dan mahal dibanding modul lepasan.
Berapa Kenaikan Harga di Pasaran?
Kenaikan harga ini sudah terlihat jelas di toko resmi Apple. Perbandingan harga baru versus harga lama di Amazon menunjukkan selisih yang cukup signifikan:
- MacBook Air 13 inci (M5, 1TB SSD, 16GB RAM): 1.149 dolar AS di Amazon vs 1.599 dolar AS di Apple (selisih 450 dolar AS)
- MacBook Air 15 inci (M5, 512GB SSD, 16GB RAM): 1.249 dolar AS di Amazon vs 1.499 dolar AS di Apple (selisih 250 dolar AS)
- MacBook Pro 14 inci (M5, 1TB SSD, 16GB RAM): 1.649 dolar AS di Amazon vs 1.999 dolar AS di Apple (selisih 350 dolar AS)
- iPad (A16, 128GB): 349 dolar AS di Amazon vs 449 dolar AS di Apple (selisih 100 dolar AS)
- iPad Pro 13 inci (M5, 512GB, Wi-Fi): 1.349 dolar AS di Amazon vs 1.699 dolar AS di Apple (selisih 350 dolar AS)
Amazon saat ini masih menjual stok lama dengan harga sebelum kenaikan. Namun, ketersediaan terbatas dan sebagian varian seperti MacBook Neo serta Mac mini sudah tidak tersedia.
Kapan Harga Akan Kembali Normal?
Jawabannya: tidak dalam waktu dekat. Micron, salah satu pemasok memori terbesar, baru mulai membangun pabrik baru di Amerika Serikat. Pabrik pertama diperkirakan beroperasi dalam dua tahun ke depan, dan seluruhnya baru rampung pada 2030.
Apple juga disebut tengah melobi pemerintah AS agar diizinkan membeli memori dari pemasok China yang saat ini masuk daftar hitam. Jika berhasil, Apple bisa mendapatkan pasokan yang tidak diperebutkan perusahaan AI hyperscaler. Namun, proses ini masih panjang dan belum ada kepastian.
Di sisi lain, proyeksi kuartal III dan IV 2026 menunjukkan kenaikan harga memori sebesar 30-50 persen secara kuartalan. Artinya, harga produk Apple berpotensi naik lagi.
Apa yang Bisa Dilakukan Konsumen?
Jika perangkat Anda saat ini masih berfungsi dengan baik, tidak perlu buru-buru upgrade. Tapi bagi yang benar-benar membutuhkan perangkat baru, membeli sekarang lebih disarankan daripada menunggu.
Pantau toko e-commerce seperti Amazon yang masih menjual stok lama dengan harga sebelum kenaikan. Namun, ingatlah bahwa krisis ini tidak hanya menimpa Apple — seluruh industri teknologi akan merasakan dampaknya dalam 2-4 tahun ke depan.