Pencarian

Disdikbud Banten Ajak 40 Siswa Telusuri Cagar Budaya di Alun-Alun Pandeglang dan Rangkasbitung, Ini Tugasnya

Kamis, 16 Juli 2026 • 21:37:01 WIB
Disdikbud Banten Ajak 40 Siswa Telusuri Cagar Budaya di Alun-Alun Pandeglang dan Rangkasbitung, Ini Tugasnya
siswa mengikuti penelusuran cagar budaya di Alun-Alun Pandeglang dan Rangkasbitung yang digelar Disdikbud Banten.

SERANG — Para pelajar tidak hanya mendengar cerita dari buku, tetapi juga melihat langsung monumen dan bangunan bersejarah di Alun-alun Pandeglang dan Alun-alun Rangkasbitung. Kegiatan telusur cagar budaya yang digelar Bidang Kebudayaan Disdikbud Banten ini diikuti siswa, guru pendamping, dan staf dinas.

Dua Hari, Dua Lokasi Bersejarah

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Provinsi Banten, Rohaendi, menjelaskan kegiatan terbagi dalam dua hari. Pada 15 Juli, penelusuran dilakukan di kawasan Alun-alun Pandeglang. Keesokan harinya, 16 Juli, peserta bergeser ke Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

"Para peserta diajak menelusuri sejumlah objek cagar budaya, mulai dari monumen, bangunan bersejarah hingga situs peninggalan lainnya yang berada di sekitar kawasan alun-alun," kata Rohaendi kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).

Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Ada Tugas Khusus

Selama kegiatan, para siswa mendapat penjelasan langsung mengenai nilai sejarah dan pentingnya menjaga warisan budaya. Mereka tidak hanya menjadi pendengar pasif. Setelah penelusuran, peserta diberi tugas membuat catatan dan mengunggah hasil pengamatan dalam bentuk tulisan maupun konten di media sosial.

Rohaendi menambahkan, tugas tersebut dirancang agar pengetahuan yang didapat tidak berhenti di lapangan. "Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan sejarah para siswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi budaya serta mendorong pelestarian cagar budaya di Provinsi Banten," pungkasnya.

Menumbuhkan Rasa Memiliki Generasi Muda

Menurut Rohaendi, kegiatan ini merupakan salah satu upaya Disdikbud Banten untuk mengenalkan sejarah lokal kepada pelajar, khususnya yang berada di sekitar ibu kota kabupaten. Dengan memahami sejarah daerahnya, diharapkan tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab untuk ikut melestarikan cagar budaya.

Program telusur cagar budaya ini menjadi langkah konkret pemerintah provinsi untuk memastikan warisan sejarah tidak dilupakan oleh generasi yang lahir di era digital. Ke depannya, model kegiatan serupa diharapkan bisa diperluas ke wilayah lain di Banten.

Bagikan
Sumber: kabarindoraya.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks