LEBAK — Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak memastikan produksi beras terus melonjak di tengah musim kemarau. Kepala Bidang Produksi Distan Lebak Dodi Hermawan menyebut total produksi dari luas tambah tanam periode Januari hingga Juni 2026 mencapai 249.587 ton.
Dari jumlah tersebut, pasar hanya menyerap 77.127 ton. Sisanya, 172.460 ton, menjadi surplus yang siap dikirim ke daerah penyangga seperti Tangerang, Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
"Kami optimistis target LTT seluas 150 ribu hektare bisa terealisasi sampai Desember nanti," kata Dodi di Lebak, Jumat.
Pompa Air Jadi Andalan Saat Kemarau
Gerakan tanam di musim kemarau tetap berjalan berkat penyedotan air sungai menggunakan pompa air. Salah satu lokasinya berada di Blok Kolelet, Rangkasbitung, seluas 50 hektare.
Dodi mengimbau petani yang masih memiliki akses ke air permukaan untuk segera melakukan percepatan tanam. Pemerintah daerah, kata dia, siap memberikan bantuan pompa air bagi lahan yang membutuhkan.
Indeks pertanaman (IP) di Lebak bisa mencapai tiga kali dalam setahun dengan areal sawah baku seluas 50 ribu hektare.
Irigasi Baru untuk 845 Hektare Sawah
Untuk menjaga pasokan air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak membangun delapan unit jaringan irigasi baru. Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPUPR Lebak Dade Yan Apriyandi merinci lokasi tersebar di Kecamatan Cijaku (80 hektare), Cibeber (100 hektare), Cikulur (130 hektare), Bayah (120 hektare), Bojongmanik (127 hektare), Lebak Gedong (200 hektare), dan Malingping (88 hektare).
"Kami berharap pembangunan irigasi ini bisa meningkatkan produksi dan produktivitas pangan saat musim kemarau," ujar Dade.
Pendampingan dan Alsintan Diperkuat
Dodi menambahkan, pemerintah kabupaten terus memperkuat pendampingan penyuluh pertanian. Ketersediaan benih berkualitas dan pupuk menjadi prioritas, begitu pula optimalisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) agar proses olah tanah hingga penanaman lebih cepat.
"Pengalaman beberapa tahun lalu, kita tetap bisa menghasilkan produk pangan maksimal meski dilanda kemarau," kata Dodi.
Surplus beras Lebak menunjukkan ketahanan pangan daerah tetap terjaga meskipun tekanan iklim ekstrem masih berlangsung. Pasokan ke Jakarta dan sekitarnya pun dipastikan aman hingga pertengahan 2027.