BANTEN — Pertandingan dijadwalkan kick-off pukul 7 malam waktu ET, atau 12 malam BST. Laga ini menjadi ujian pertama bagi kedua tim di turnamen empat tahunan paling bergengsi tersebut.
Starting XI: Formasi Berani dari Kedua Kampiun
Côte d’Ivoire menurunkan formasi yang menurut FIFA tercatat sebagai 4-2-4. Kombinasi lini depan diisi Yan Diomande, Elye Wahi, Nicolas Pépé, dan Bazoumana Toure—sebuah komposisi ofensif yang bisa berubah menjadi 4-3-3 saat bertahan.
Di sisi lain, Ekuador mengandalkan duet lini tengah Moises Caicedo dan Alan Franco. Kapten Enner Valencia, yang baru pulih dari cedera betis, tetap dipercaya menjadi ujung tombak bersama Gonzalo Plata dan John Yeboah.
Masalah Cedera dan Wasit Pengganti
Ekuador harus waspada dengan kondisi Valencia yang masih dalam pemulihan. Sementara itu, bek Côte d’Ivoire, Evan N’Dicke, dipastikan absen karena masalah hamstring.
Ada drama di luar lapangan: wasit asal Inggris, Michael Oliver, batal memimpin laga. François Letexier dari Perancis ditunjuk sebagai pengganti.
Kontras Generasi: Nostalgia vs Masa Depan
Côte d’Ivoire kembali ke panggung dunia setelah era emas Didier Drogba, Kolo Touré, dan Yaya Touré berlalu. Tim asuhan Emerse Faé kini berisi pemain-pemain yang mayoritas berkarier di liga top Eropa, meski tak lagi memiliki “bintang super” seperti satu dekade lalu.
Ekuador justru datang dengan salah satu generasi terbaik dalam sejarah mereka. Finis kedua di kualifikasi Conmebol di belakang Argentina, tim asuhan Félix Sánchez membuktikan diri bukan sekadar tim satu pemain. Pertahanan solid dan rekor tak terkalahkan panjang jadi modal utama.
Catatan: Produktivitas Gol Jadi PR Besar
Meski pertahanan kokoh, lini depan Ekuador masih bermasalah. Dalam 18 laga kualifikasi, mereka hanya mencetak 14 gol—atau kurang dari satu gol per pertandingan. Angka ini kontras dengan soliditas lini belakang yang hanya kebobolan lima kali.
Côte d’Ivoire, di sisi lain, baru saja memenangkan Piala Afrika 2023 di kandang sendiri. Tapi turnamen kali ini jadi tolok ukur apakah mereka bisa bersaing di level tertinggi tanpa ketergantungan pada satu figur sentral.
Live dari Grup E: Hasil Lain dan Kejutan
Sementara duel ini berlangsung, Jepang sukses menahan Belanda 2-2 setelah dua kali tertinggal. Sementara itu, Jerman mempermalukan debutan Curaçao dengan skor telak meski sempat kebobolan gol pertama bersejarah tim kepulauan itu.
Dengan persaingan ketat di Grup E, hasil laga Côte d’Ivoire vs Ekuador akan sangat menentukan langkah selanjutnya menuju babak gugur.