BANTEN — Duel hidup-mati tersaji di Gillette Stadium, Rabu (24/6/2026) pukul 03.00 WIB. Inggris dan Ghana sama-sama mengincar tiket ke fase gugur. Kedua tim memenangi laga perdana, namun hasil Selasa nanti akan menentukan nasib mereka di Grup L.
Inggris di Atas Angin Usai Bantai Kroasia 4-2
Armada Thomas Tuchel datang dengan modal percaya diri tinggi. Pada laga pembuka, mereka menghancurkan Kroasia 4-2, mengulang skor final Piala Dunia 1966. Harry Kane, Jude Bellingham, dan Marcus Rashford mencatatkan nama di papan skor.
Catatan statistik mereka pun mengesankan. Inggris melepaskan 20 tembakan di dalam kotak penalti, rekor baru Piala Dunia. Kemenangan ini juga memutus enam kekalahan beruntun melawan tim elit 15 besar dunia.
Saat ini, Inggris memuncaki klasemen Grup L berkat selisih gol. Satu kemenangan lagi akan menjadi kemenangan keempat beruntun di semua turnamen era Tuchel.
Ghana Incar Fase Gugur Perdana Sejak 2010
Ghana tak mau kalah saing. Kemenangan dramatis 1-0 atas Panama di Toronto membawa mereka ke posisi dua. Gol Caleb Yirenkyi di menit ke-94 menjadi penentu, sekaligus mengakhiri empat pertandingan tanpa kemenangan.
Bagi Ghana, ini adalah kesempatan emas untuk tampil di babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2010. Kemenangan atas Panama juga menjadi kemenangan pembuka Piala Dunia pertama mereka dalam 16 tahun.
Duel Taktik: Serangan Total vs Pertahanan Mati
Pendekatan menyerang Tuchel akan diuji oleh disiplin tinggi Ghana. Inggris dikenal produktif, tetapi Ghana punya mental baja setelah comeback dramatis di laga sebelumnya.
Jika Inggris menang, mereka dipastikan lolos dengan satu pertandingan tersisa. Ghana, di sisi lain, hanya butuh hasil imbang untuk menjaga asa. Namun kemenangan akan membuat posisi mereka semakin aman.
Pertandingan ini menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua tim. Siapa yang mampu memanfaatkan peluang dan mengelola tekanan, dialah yang akan keluar sebagai pemenang.