BANTEN — Program yang digencarkan sejak awal tahun ini menyasar empat kecamatan di PPU untuk memastikan peran ayah dalam pengasuhan anak tidak lagi dianggap sebagai tugas eksklusif ibu. Kepala Perwakilan Kemendukbangga Kalimantan Timur, Sunarto, menegaskan inisiatif ini menjadi strategi utama menekan fenomena fatherless—kondisi anak tumbuh tanpa keterlibatan kasih sayang ayah—yang dinilai dapat mengganggu pembentukan karakter generasi penerus.
Target per Kecamatan dan Capaian yang Melampaui Ekspektasi
Dari data yang dirilis Selasa, capaian tertinggi terjadi di Kecamatan Waru dengan 161 ayah aktif, melampaui target awal 101 ayah (159,41 persen). Sementara itu, Kecamatan Babulu mencatat 127 ayah dari target 171, dan Sepaku mencapai 105 ayah dari target 169. Adapun Kecamatan Penajam masih menjadi pekerjaan rumah dengan realisasi 167 ayah dari target 402.
"Program GATI bertujuan untuk mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan, perlindungan dan pendidikan anak sejak usia dini. Terlebih, kasih sayang ayah juga mampu membangun karakter anak," ujar Sunarto di Samarinda.
Sinergi Lintas Sektor dan Strategi Pendampingan
Untuk mencapai target yang tersisa, BKKBN Kaltim tidak bekerja sendiri. Mereka membentuk tim pendamping keluarga gabungan yang terdiri dari bidan, kader Keluarga Berencana (KB), dan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Langkah ini ditempuh agar pendampingan berjalan hingga tingkat desa.
Selain itu, program GATI dikombinasikan dengan program Genting dan melibatkan dunia usaha. Kampanye publik mengenai pentingnya kasih sayang ayah digencarkan, termasuk pemberian apresiasi bagi desa atau kelurahan yang berhasil melahirkan ayah teladan berprestasi. Sunarto menambahkan, "Kami berperan sebagai fasilitator, pendamping, penghubung, dan penggerak agar GATI berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan."
Kaitan Langsung dengan Target Penurunan Stunting di IKN
Program ini tidak berdiri sendiri. Kemendukbangga menempatkan GATI sebagai salah satu instrumen untuk menekan angka stunting di kawasan IKN. Logikanya, ayah yang aktif dalam pengasuhan turut bertanggung jawab terhadap pemenuhan gizi anak sejak dini. Hal ini sejalan dengan target pemerintah mewujudkan keluarga berkualitas dan sumber daya manusia unggul di ibu kota baru.
Dengan capaian 560 ayah aktif hingga pertengahan Juni, BKKBN Kaltim masih memiliki waktu hingga akhir tahun untuk mengejar sisa target. Fokus utama kini adalah Kecamatan Penajam yang realisasinya baru 41,5 persen dari target. Pendekatan lintas sektor dan penguatan jejaring diyakini menjadi kunci untuk mengubah pola pikir bahwa pengasuhan adalah tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu.