Pencarian

Kemenimipas Edukasi Pencegahan TPPO dan Penyelundupan Manusia ke Santri Ponpes Yusuf Mansur di Tangerang

Kamis, 18 Juni 2026 • 20:30:31 WIB
Kemenimipas Edukasi Pencegahan TPPO dan Penyelundupan Manusia ke Santri Ponpes Yusuf Mansur di Tangerang
Santri Pondok Pesantren Tahfizh Darul Quran mengikuti sosialisasi pencegahan TPPO dan TPPM di Tangerang.

TANGERANG — Puluhan santri Pondok Pesantren Tahfizh Darul Quran yang diasuh Ustadz Yusuf Mansur mendapatkan sosialisasi tentang bahaya TPPO dan TPPM. Kegiatan yang digelar Kamis lalu ini merupakan bagian dari program Desa Binaan Imigrasi, salah satu dari 15 program strategis Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.

Mengapa Pesantren Jadi Sasaran Edukasi?

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang, Hasanin, menyebut pihaknya sengaja menyasar pesantren karena banyak santri usia produktif yang rentan menjadi korban kejahatan transnasional. "Kami melihat Pondok Pesantren Darul Quran ini juga ada potensi, anak-anak muda tidak hanya sekolah SMA, perguruan tinggi juga. Fungsinya hanya untuk mengedukasi masyarakat yang sudah usia produktif yang rentan dengan kegiatan yang berpotensi menjadi korban TPPO," kata Hasanin.

Pesantren Tahfizh Darul Quran menjadi lokasi kedua dari tujuh pesantren yang ditargetkan di Tangerang. Alasan lain, hampir setiap tahun pesantren ini mengirimkan santrinya untuk belajar ke luar negeri. "Karena itulah kami hadir di sini, melihat santri dari pimpinan pesantren Pak Kiai Yusuf Mansur, banyak yang mengirim santri-santri untuk sekolah di luar negeri. Jadi kami juga harus hadir di sini untuk memberikan edukasi ke masyarakat," tambah Hasanin.

Yusuf Mansur: Pentingnya Kejujuran Saat Urus Paspor

Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizh Darul Quran, Ustadz Yusuf Mansur, mengapresiasi langkah imigrasi. Ia mengaku baru menyadari risiko yang mengintai para calon pekerja migran atau pelajar yang tidak jujur saat mengurus dokumen perjalanan.

"Kami berterima kasih kepada Imigrasi, penting banget anak-anak kami dan keluarga besar kami, khususnya di Darul Qur'an menerima sosialisasi tentang bahayanya TPPO dan TPPM," ujar Yusuf.

Ia menekankan pemahaman baru yang diperoleh, terutama soal prosedur pembuatan paspor. "Saya juga baru harus dikasih tahu, terutama tadi teman-teman menjelaskan pada saat bikin paspor harus jujur, padahal memang suka nutup-nutupin ternyata sampai sana dia bahaya dan teman-teman Imigrasi pasti lebih punya sense, lebih punya ilmu, pengalaman, pemahaman sehingga kalau santri-santri bisa jujur mereka selamat," jelas Yusuf.

Layanan Paspor Simpatik untuk Santri dan Orang Tua

Selain sosialisasi, kegiatan itu juga diisi dengan pelayanan paspor simpatik bagi santri, staf pondok pesantren, dan orang tua murid. Sebanyak 25 pemohon telah mendaftar untuk layanan tersebut. Sementara itu, lebih dari 20 santri mengikuti sesi edukasi dengan antusias.

Hasanin menambahkan, sejak 2025 hingga saat ini sudah terbentuk sekitar 50 desa binaan Imigrasi di Kota Tangerang. Salah satunya berlokasi di Dongkal Raya, Ketapang, tempat Ponpes Tahfizh Darul Quran berdiri. Setiap bulan, Kantor Imigrasi setempat rutin menggelar sosialisasi serupa untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang bahaya TPPO dan TPPM.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks