Pencarian

PLN dan Pemkab Serang Targetkan Listrik 24 Jam di Pulau Tunda pada 2027

Rabu, 23 September 2026 • 09:50:02 WIB
PLN dan Pemkab Serang Targetkan Listrik 24 Jam di Pulau Tunda pada 2027
Rapat kerja Pemkab Serang dan PLN UP3 Banten Utara membahas percepatan pemerataan akses listrik di Pendopo Bupati Serang, Selasa.

BANTEN — Pemerintah Kabupaten Serang bersama PLN UP3 Banten Utara menargetkan Pulau Tunda menikmati listrik 24 jam mulai 2027 melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Selama puluhan tahun, warga pulau itu hanya mendapat pasokan listrik 12 jam sehari. Jika terealisasi, Pulau Tunda menjadi wilayah terakhir di Kabupaten Serang yang tersambung listrik penuh.

Rapat kerja di Pendopo Bupati Serang, Selasa, mempertemukan Pemkab Serang dengan PLN UP3 Banten Utara untuk mematangkan rencana pemerataan akses listrik di wilayah tersebut. Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyebut dari 326 desa di Kabupaten Serang, hampir 100 persen sudah teraliri listrik. Satu wilayah yang belum menikmati listrik 24 jam adalah Pulau Tunda.

Zakiyah menyampaikan hal itu dalam Rapat Kerja Sinergi dan Dukungan Percepatan Pemerataan Akses Listrik serta Peningkatan Rasio Elektrifikasi (RE) dan Rasio Desa Berlistrik (RDB). Ia menyebut warga Pulau Tunda sudah puluhan tahun hanya bisa menikmati listrik selama 12 jam per hari.

Surat Resmi ke Komisi XII DPR

Pemkab Serang tidak tinggal diam. Zakiyah mengatakan pihaknya telah mengirim surat resmi ke Komisi XII DPR untuk membahas persoalan listrik Pulau Tunda. Konsultasi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten disebutnya mendapat sambutan baik.

"Jadi, tentu semoga upaya yang kami lakukan di 2027 nanti Pulau Tunda bisa teraliri listrik seperti warga kami yang di luar Pulau Tunda," ujar Zakiyah.

Skema PLTS dan Anggaran 2027

Manager PLN UP3 Serang Utara Hasudungan Siahaan memastikan Pulau Tunda masuk rencana listrik desa tahun 2027 dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebagai sumber pasokan. Menurut dia, pembahasan rinci soal jadwal belum dilakukan.

"Terkait bulannya belum kita pastikan karena memang masih direncanakan di 2027. Artinya anggaran juga akan dikejar di 2027," kata Hasudungan.

Pemilihan PLTS masuk akal untuk pulau kecil yang jauh dari jaringan transmisi darat. Pembangkit surya bisa dibangun modular dan tidak membutuhkan kabel laut panjang, meski tantangannya ada pada penyimpanan daya agar listrik tetap menyala pada malam hari.

Dampak bagi Warga Pulau Tunda

Bagi warga Pulau Tunda, tambahan 12 jam listrik berarti perubahan besar. Aktivitas ekonomi seperti perikanan, pengolahan hasil laut, dan usaha rumahan bisa berjalan lebih panjang. Anak-anak punya waktu belajar malam yang lebih layak.

Selama ini, keterbatasan pasokan memaksa warga mengatur ulang jam kerja dan pengisian daya perangkat. Layanan kesehatan dan penerangan jalan juga bergantung pada jadwal nyala-mati yang sama.

Pulau Tunda berada di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, dan dikenal sebagai destinasi wisata bahari. Listrik 24 jam berpotensi mendorong kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang usaha penginapan dan kuliner bagi penduduk setempat.

Kabupaten Serang sendiri hampir menuntaskan elektrifikasi desa. Sisa satu pulau ini menjadi pekerjaan rumah terakhir sebelum rasio desa berlistrik di wilayah itu benar-benar menyentuh angka penuh.

Yang masih menunggu kepastian adalah besaran anggaran dan jadwal kontrak. Hasudungan menyebut angka pastinya belum dibahas, sementara Zakiyah berharap proses di 2027 berjalan sesuai rencana. Keberhasilan proyek ini akan menentukan apakah janji listrik 24 jam untuk Pulau Tunda benar-benar terwujud atau kembali mundur seperti tahun-tahun sebelumnya.

Follow bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks