TANGERANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memperkuat sinergi dengan PT PLN (Persero) UID Banten untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan di wilayah industri tersebut. Koordinasi ini difokuskan pada penyelarasan regulasi perpajakan dan infrastruktur daya guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kompetitif.
Pertemuan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Tangerang pada Senin (4/5/2026) tersebut dihadiri langsung oleh Moch Maesyal Rasyid beserta jajaran pejabat Pemkab Tangerang. Salah satu poin krusial dalam pembahasan tersebut adalah sinkronisasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang berkaitan dengan layanan kelistrikan.
Penyelarasan Pajak PBJT untuk Efisiensi Pelaku Usaha
Penyelarasan PBJT dinilai menjadi instrumen penting dalam menciptakan ekosistem bisnis yang sehat di Kabupaten Tangerang. Dengan adanya kebijakan yang selaras antara penyedia layanan listrik dan pemerintah daerah, para pelaku usaha diharapkan mendapatkan kepastian biaya operasional yang lebih transparan.
“Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan PLN menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kelistrikan. Kami berharap optimalisasi PBJT dan keandalan listrik dapat terus ditingkatkan agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan menciptakan ekosistem ekonomi yang produktif,” ujar Maesyal Rasyid.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Tangerang dalam memangkas birokrasi dan hambatan investasi. Integrasi data antara pemda dan PLN diharapkan mampu meningkatkan akurasi penerimaan pajak daerah yang nantinya akan dikembalikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur publik.
Keandalan Listrik Jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah
General Manager PLN UID Banten Muhammad Joharifin menegaskan bahwa ketersediaan pasokan listrik yang stabil adalah syarat mutlak bagi sektor industri dan layanan publik. Menurutnya, PLN kini bertransformasi menjadi pendukung utama (support system) bagi roda ekonomi daerah melalui digitalisasi layanan.
“PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai support system untuk pertumbuhan ekonomi. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan transformasi digital, kami berkomitmen menghadirkan layanan yang andal, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta dunia usaha,” tegas Joharifin.
Saat ini, PLN terus memperkuat infrastruktur di wilayah kerja UP3 Cikupa yang menjadi salah satu kantong industri terbesar di Banten. Keandalan pasokan di titik-titik industri menjadi prioritas guna mencegah gangguan produksi yang dapat berdampak pada serapan tenaga kerja lokal.
Bagaimana Kolaborasi Ini Menjamin Kepastian Investasi?
Manager PLN UP3 Cikupa Didik Krismanto menilai kolaborasi ini sebagai langkah konkret untuk menjawab tantangan dunia usaha. Kepastian pasokan daya dan kesesuaian kebijakan pajak menjadi dua variabel utama yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modal di suatu daerah.
“Kami melihat kolaborasi ini sebagai upaya bersama untuk menciptakan ekosistem yang lebih kondusif bagi investasi. Dengan dukungan kelistrikan yang andal serta kebijakan yang selaras, kami optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan,” ungkap Didik.
Ia menambahkan bahwa kerja sama ini tidak hanya berhenti pada tataran koordinasi administratif. PLN dan Pemkab Tangerang berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan berkala terhadap kebutuhan daya di kawasan-kawasan industri baru, guna memastikan seluruh pelaku usaha mendapatkan akses energi yang kompetitif dan stabil.