Kondisi ketenagakerjaan di Tanah Jawara menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat jumlah penduduk bekerja mencapai 5,83 juta orang, atau bertambah sekitar 26,02 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan TPT sebesar 0,05 poin ini sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi Banten yang berhasil melampaui angka nasional sebesar 5,61 persen.
Sektor Pertanian Serap 99 Ribu Tenaga Kerja Baru
Lonjakan penyerapan tenaga kerja paling kontras terjadi pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sektor ini mencatatkan tambahan sekitar 99 ribu pekerja baru, yang sekaligus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Banten dari sisi lapangan usaha. Momentum musim panen raya menjadi faktor kunci yang menggerakkan produktivitas di pedesaan.
Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa sektor pertanian tumbuh impresif sebesar 17,88 persen secara tahunan. "Peningkatan penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi pada sektor pertanian. Hal ini menunjukkan sektor tersebut tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga membuka lapangan kerja baru," ujarnya di Kantor BPS Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (5/5/2026).
Selain pertanian, sektor berbasis mobilitas seperti penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 15,29 persen. Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan meningkat 13,84 persen, yang mengindikasikan aktivitas pariwisata dan distribusi logistik di Banten semakin bergairah.
Pertumbuhan Ekonomi Banten Lampaui Capaian Nasional
Secara makro, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten pada triwulan pertama 2026 menyentuh angka Rp247,20 triliun atas dasar harga berlaku. Pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 5,64 persen ini juga diikuti oleh ekspansi triwulanan (q-to-q) sebesar 1,01 persen dibandingkan penghujung tahun 2025.
Struktur ekonomi Banten sejauh ini masih bertumpu pada industri pengolahan dengan kontribusi mencapai 30,02 persen. Jika digabungkan dengan sektor perdagangan, konstruksi, serta transportasi, keempat sektor ini menyumbang lebih dari 70 persen terhadap total ekonomi daerah. Stabilitas industri manufaktur tetap menjadi jangkar utama meskipun sektor jasa mulai menunjukkan akselerasi tinggi.
Mengapa Proporsi Pekerja Formal di Banten Menurun?
Meski angka pengangguran turun, BPS memberikan catatan kritis terkait kualitas pekerjaan. Proporsi pekerja formal pada Februari 2026 tercatat sebesar 52,19 persen, atau mengalami penurunan 1,18 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Fenomena ini mengindikasikan adanya pergeseran tenaga kerja ke sektor informal.
Di sisi lain, indikator jam kerja justru membaik. Sebanyak 78,40 persen dari total penduduk bekerja merupakan pekerja penuh waktu. Angka ini meningkat dibandingkan tahun lalu, dibarengi dengan penurunan jumlah pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran di berbagai wilayah kabupaten/kota di Banten.
"Upaya peningkatan kualitas pekerjaan, khususnya perluasan sektor formal, masih menjadi pekerjaan rumah agar pertumbuhan ekonomi ke depan semakin inklusif dan berkelanjutan," pungkas Yusniar Juliana.