Pencarian

Polri Bongkar Sindikat Judol Hayam Wuruk, 321 WNA dan Rp1,9 Miliar Diamankan

Minggu, 10 Mei 2026 • 12:14:01 WIB
Polri Bongkar Sindikat Judol Hayam Wuruk, 321 WNA dan Rp1,9 Miliar Diamankan
Polisi mengamankan 321 WNA dan Rp1,9 miliar dalam penggerebekan judi online di Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Operasi gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya melumpuhkan markas judi online internasional di kawasan perkantoran Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026). Petugas mengamankan 321 warga negara asing beserta aset tunai senilai miliaran rupiah yang diduga kuat merupakan hasil perputaran uang dari ekosistem digital ilegal tersebut.

Langkah tegas otoritas keamanan dalam memberantas aktivitas ekonomi bayangan (shadow economy) kembali membuahkan hasil besar. Dalam penggerebekan di sebuah gedung perkantoran strategis, polisi menemukan praktik perjudian daring dan penipuan digital yang dijalankan secara profesional dengan target korban lintas negara. Operasi ini tidak hanya menyasar operator lapangan, tetapi juga berhasil mengidentifikasi infrastruktur digital yang digunakan sindikat tersebut.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, mengonfirmasi bahwa para pelaku tertangkap tangan saat sedang mengoperasikan situs perjudian. "Para pelaku kami tangkap dalam keadaan tertangkap tangan, dalam arti para pelaku sedang melakukan operasional ataupun kegiatan daripada judi online," ujar Wira di lokasi kejadian.

Skala Operasi: Dari Uang Tunai Hingga Infrastruktur Digital

Skala bisnis ilegal ini terlihat dari volume barang bukti yang disita petugas di lapangan. Polisi menemukan tumpukan uang tunai dalam berbagai mata uang yang menunjukkan luasnya jangkauan pasar mereka. Selain uang rupiah sebesar Rp1,9 miliar, petugas juga mengamankan mata uang asing berupa 53,82 juta Dong Vietnam dan US$10.210.

Dari sisi teknologi, penyidik menemukan infrastruktur digital yang cukup masif untuk ukuran operasional perkantoran. Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan sedikitnya 75 domain dan website yang aktif digunakan sebagai sarana perjudian. Perangkat keras pendukung seperti laptop, komputer PC, telepon seluler, hingga brankas penyimpanan turut diangkut sebagai barang bukti utama.

Dominasi Warga Vietnam dalam Jaringan Lintas Negara

Salah satu fakta paling mencolok dalam penggerebekan ini adalah komposisi sumber daya manusia yang terlibat. Dari total 321 orang yang ditangkap, mayoritas merupakan warga negara asing (WNA) dengan dominasi asal Vietnam. Hal ini mengindikasikan adanya mobilisasi tenaga kerja asing secara terorganisir untuk mengelola situs judi di Indonesia.

Berikut adalah rincian kewarganegaraan para pelaku yang diamankan:

  • Vietnam: 228 orang
  • China: 57 orang
  • Myanmar: 13 orang
  • Laos: 11 orang
  • Thailand: 5 orang
  • Malaysia: 3 orang
  • Kamboja: 3 orang

Kehadiran ratusan WNA ini memperkuat dugaan bahwa Indonesia dijadikan basis operasional (hub) oleh sindikat internasional karena fasilitas infrastruktur digital yang memadai dan lokasi yang tersamar di kawasan bisnis padat.

Modus Operasional di Jantung Perkantoran Jakarta

Sindikat ini menjalankan aksinya dengan menyewa dua lantai sekaligus di sebuah gedung perkantoran di Hayam Wuruk. Penggunaan ruang kantor formal diduga menjadi strategi untuk menghindari kecurigaan aparat dan masyarakat sekitar. Di lokasi tersebut, aktivitas judi online dan online scam dijalankan secara terstruktur dengan pembagian peran yang jelas bagi setiap personel.

Wira Satya Triputra menjelaskan bahwa operasional kelompok ini memanfaatkan sarana elektronik dengan pola digital lintas negara yang sangat terorganisir. Polisi kini tengah melakukan pendalaman untuk menelusuri aliran dana (money trail) guna memetakan siapa aktor intelektual di balik jaringan ini serta keterkaitannya dengan operator besar di luar negeri.

Pengamanan Ketat Brimob di Lokasi Kejadian

Mengingat besarnya jumlah tersangka dan nilai barang bukti, personel Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dikerahkan untuk menjaga ketat area gedung sejak Jumat (8/5/2026) malam. Kehadiran satuan elit ini bertujuan untuk menjamin keamanan selama proses pengumpulan bukti dan sterilisasi lokasi dari gangguan pihak luar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa dukungan pengamanan area sangat krusial bagi kelancaran penyidikan. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh barang bukti digital dan fisik terjaga validitasnya sebelum dibawa ke markas besar kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Bagikan
Sumber: cnbcindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks