TANGERANG — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang memproyeksikan kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai 35.000 ekor. Angka ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 32.936 ekor.
Rincian Ketersediaan Hewan Kurban Tahun 2025
Berdasarkan data tahun 2025, ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Tangerang mencapai 32.936 ekor. Jumlah tersebut terdiri dari 8.367 ekor sapi, 66 ekor kerbau, 4.410 ekor kambing, serta 20.093 ekor domba.
Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKP Kabupaten Tangerang, Joko Ismadi, menyebutkan bahwa puluhan ribu ekor hewan kurban itu disediakan oleh 635 lapak pedagang hewan.
Mengapa Proyeksi Tahun Ini Lebih Tinggi?
Joko Ismadi menjelaskan, estimasi kenaikan sebesar 10 persen ini didorong oleh bertambahnya jumlah lapak pedagang hewan di wilayah Kabupaten Tangerang. "Estimasi nambah sekitar 10 persen persediaan hewan kurban di tahun ini, soalnya ada beberapa tambahan lapak pedagang," ujarnya di Tangerang, Selasa.
Ia menambahkan, pasokan hewan kurban di Kabupaten Tangerang tidak hanya berasal dari peternak lokal, melainkan juga dari sejumlah daerah penghasil ternak di Indonesia. "Yang banyak itu memang dari daerah Jawa Timur, kemudian Lampung, Bima, Bali, Tasik, Cianjur dan Garut," tutupnya.
Pengawasan dan Pemeriksaan Kesehatan Hewan
Untuk memastikan hewan kurban yang dijual layak dan sehat, DPKP Kabupaten Tangerang akan melakukan pengawasan di titik-titik penjualan hewan di berbagai kecamatan. Pemeriksaan meliputi aspek administrasi dan fisik hewan secara langsung.
"Pastinya kita akan selalu memantau dan memeriksa kelayakan hewan kurban itu melalui pengecekan kesehatan," kata Joko Ismadi. Petugas akan mendatangi langsung lokasi penjualan untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan bebas dari penyakit dan memenuhi syariat.