Pencarian

PT Pegadaian Pangkas Harga Emas Antam dan UBS Hingga Rp 48.000 per Gram di Tengah Rebound Pasar Global

Kamis, 21 Mei 2026 • 08:18:01 WIB
PT Pegadaian Pangkas Harga Emas Antam dan UBS Hingga Rp 48.000 per Gram di Tengah Rebound Pasar Global
Harga emas UBS di Pegadaian turun Rp 48.000 per gram pada perdagangan terbaru.

BANTEN — Penurunan harga logam mulia di outlet Pegadaian didominasi oleh koreksi tajam emas produksi PT Untung Bersama Sejahtera (UBS). Sementara itu, emas bersertifikat PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan produk anak usaha Pegadaian, Galeri24, juga kompak melemah. Pergerakan harga ini berbanding terbalik dengan kondisi pasar spot global yang perlahan bangkit dari level terendahnya.

Koreksi Harga Emas Pegadaian Hingga Rp 48.000 per Gram

Emas UBS mencatatkan penurunan terdalam sebesar Rp 48.000, membuat harganya merosot ke angka Rp 2.797.000 per gram dari hari sebelumnya yang berada di level Rp 2.845.000. Penurunan signifikan ini diikuti oleh emas Antam yang kini dibanderol Rp 2.862.000 per gram, atau lebih murah Rp 25.000 dari harga sebelumnya Rp 2.887.000.

Anak usaha Pegadaian, Galeri24, juga memangkas harga produknya sebesar Rp 26.000 menjadi Rp 2.756.000 per gram. Manajemen Pegadaian menyediakan berbagai denominasi ukuran untuk memudahkan investor ritel, mulai dari pecahan terkecil 0,5 gram hingga ukuran terbesar 1 kilogram khusus untuk produk Galeri24.

Mengapa Emas Dunia Justru Menguat ke Level USD 4.532?

Kontras dengan pasar domestik, harga emas di pasar spot global justru menguat 1 persen ke level USD 4.532,72 per ounce (setara Rp 72,52 juta dengan asumsi kurs Rp 16.000 per dolar AS) pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Kenaikan ini didorong oleh meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah, khususnya harapan penyelesaian konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

"Kita telah melihat jeda dari peningkatan imbal hasil yang berkelanjutan. Akibatnya, kita telah melihat harga emas menguat dari titik terendah baru-baru ini," ujar David Meger, Direktur Perdagangan High Ridge Futures, dalam keterangannya.

Meredanya kekhawatiran konflik di Selat Hormuz turut menekan harga minyak mentah Brent. Penurunan harga energi ini memberikan angin segar bagi pasar keuangan karena berpotensi menurunkan tekanan inflasi global dan melonggarkan kebijakan moneter ketat.

4 Fakta Kunci Pergerakan Logam Mulia Global

Fakta Singkat:

  • Koreksi Lokal: Emas UBS turun Rp 48.000/gram, Antam turun Rp 25.000/gram, dan Galeri24 turun Rp 26.000/gram di Pegadaian.
  • Rebound Global: Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni naik 0,5 persen ke level USD 4.535,30 per ounce.
  • Yield Obligasi: Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun melandai setelah menyentuh level tertinggi sejak Januari 2025 pada Selasa pekan ini.
  • Proyeksi Suku Bunga: Berdasarkan CME FedWatch Tool, terdapat peluang sebesar 89,6 persen bahwa bank sentral AS (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan Juni 2026.

Peluang Suku Bunga The Fed Tetap di Angka 89,6 Persen

Penurunan yield obligasi AS menjadi katalis positif bagi emas yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset). Ketika imbal hasil obligasi turun, biaya peluang (opportunity cost) memegang emas menjadi lebih rendah, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia di mata investor institusional.

"Segala jenis penyelesaian perang dan pembukaan Selat Hormuz akan menjadi hal positif bagi pasar emas karena ekspektasinya adalah suku bunga akan turun, dan karenanya akan menjadi peluang dan bermanfaat bagi emas," tambah Meger.

Bagi pelaku pasar di Indonesia, fluktuasi harga emas di Pegadaian ini menjadi momentum penting untuk mengatur ulang portofolio investasi. Sejarah membuktikan bahwa emas tetap menjadi pilihan utama lindung nilai (hedging) yang paling tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks