BANTEN — Peta persaingan kendaraan listrik di China kian ramai dengan kehadiran pemain baru yang tidak biasa. Chongqing Saidou Technology, perusahaan patungan yang didirikan Seres Group bersama Volcano Engine (pengembang AI) dan ByteDance, resmi mengumumkan target produksi kendaraan listrik perdananya. Perusahaan ini juga melibatkan CATL, pemasok baterai raksasa, sebagai salah satu pemegang saham.
Dikutip dari Car News China, perusahaan yang sebelumnya bernama Chongqing Landian Technology ini sudah menetapkan target untuk merilis produk pertama di tahun 2025. Model yang digarap disebut-sebut berupa sebuah crossover EV, dengan kemungkinan hadir varian REEV (Range Extended Electric Vehicle) untuk menjangkau konsumen yang masih khawatir soal jarak tempuh.
Mengapa Volcano Engine dan ByteDance Terjun ke Industri Otomotif
Keterlibatan Volcano Engine bukan sekadar sebagai investor. Perusahaan pengembang Artificial Intelligence (AI) itu disebut tengah merumuskan sistem bernama Automotive Brain yang akan menjadi otak dari kendaraan Landian. Sistem ini dijanjikan mampu menghadirkan teknologi swakemudi yang lebih canggih dari yang ada di pasaran saat ini.
Volcano Engine juga sudah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa cloud storage mutakhir. Artinya, mobil listrik ini tidak hanya akan kompetitif dari segi harga, tetapi juga dari sisi kecerdasan buatan dan konektivitas — dua hal yang menjadi DNA ByteDance sebagai perusahaan teknologi.
Target Pasar: Anak Muda Urban dengan Harga Kompetitif
Landian diposisikan sebagai jenama untuk konsumen muda dengan mobilitas tinggi. Strategi ini terlihat jelas dari banderol harga yang diincar: 100.000 sampai 150.000 Yuan, atau setara Rp263 juta hingga Rp395 juta. Dengan rentang harga tersebut, Landian akan bersaing langsung dengan pemain entry-level EV lain di China.
Pemasaran tidak hanya terbatas di dalam negeri. Perusahaan patungan ini juga berencana mengekspor kendaraan buatannya ke berbagai negara. Namun, belum ada informasi apakah Indonesia masuk dalam daftar prioritas ekspor perdana.
Belum Ada Detail Spesifikasi, Tapi AI Jadi Andalan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada bocoran detail spesifikasi teknis seperti kapasitas baterai, motor listrik, atau jarak tempuh. Yang jelas, porsi fitur berbasis AI diprediksi akan menjadi pembeda utama Landian dibanding kompetitor sekelas. Sistem bantuan pengemudi (ADAS) yang lebih pintar dan pengalaman pengguna yang dipersonalisasi kemungkinan besar akan menjadi nilai jual utama.
Langkah ByteDance dan Seres ini menunjukkan bahwa industri otomotif tidak lagi eksklusif dimainkan oleh pabrikan tradisional. Perusahaan teknologi dengan basis data pengguna yang masif mulai melihat kendaraan sebagai perangkat pintar berikutnya yang layak dimasuki. (EW)