BANTEN — Peristiwa ini pertama kali diketahui setelah seorang penumpang melaporkan kondisi darurat pada pukul 06.50 WIB. Lima menit berselang, enam personel Gulkarmat dikerahkan menggunakan kapal penyelamat KM Satria Biru menuju lokasi kejadian.
"Setelah menerima informasi, unit kami segera bergerak pada pukul 06.55. Setibanya di lokasi, petugas langsung mengevakuasi para korban," kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, dalam keterangannya.
Rute Pelayaran dan Kondisi Kapal
KM Sumber Makmur diketahui berangkat dari Rawasaban, Tangerang, dengan tujuan akhir wilayah Kepulauan Seribu Utara. Kapal mengalami kendala teknis saat tengah melintas di perairan Pulau Panggang. Belum ada keterangan resmi mengenai jenis kerusakan yang dialami kapal bermotor tersebut.
Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam insiden ini. Petugas memastikan semua orang yang berada di atas kapal telah berada di lokasi aman.
Cuaca Buruk Jadi Faktor yang Patut Diwaspadai
Meski belum ada pernyataan resmi dari otoritas pelabuhan atau BMKG yang dikutip dalam laporan awal, kondisi cuaca di perairan Kepulauan Serubu kerap berubah cepat dan menjadi tantangan bagi pelayaran tradisional. Insiden KM Sumber Makmur menambah daftar panjang kecelakaan atau kendala kapal di jalur tersebut.
Gulkarmat mengimbau para pengguna jasa transportasi laut untuk selalu mematuhi prosedur keselamatan dan memantau informasi cuaca sebelum berlayar. Evakuasi cepat kali ini dinilai berkat respons cepat petugas dan koordinasi dengan penumpang yang melapor sesaat setelah kendala terjadi.