TANGERANG — Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, armada yang dikerahkan terdiri dari mobil pemadam, mobil tangki air, dan pompa submersible. Peralatan itu disiagakan untuk mendukung pasokan air selama proses pemadaman di TPA Jatiwaringin, Kamis (2/7).
Pemetaan Lokasi Dilakukan Sejak Malam Hari
Mahdiar menjelaskan, timnya telah melakukan pemetaan lokasi sejak malam hari sebelum personel dan armada diberangkatkan. Langkah ini dilakukan agar distribusi air ke titik kebakaran lebih efektif.
"Setelah menerima permohonan bantuan, kami langsung melakukan mapping di lokasi. Mulai pagi ini personel dan armada kami diberangkatkan untuk membantu proses pemadaman sesuai kebutuhan di lapangan," kata Mahdiar.
Strategi Suplai Air Statis Pakai Pompa Submersible
Salah satu strategi yang diterapkan adalah membangun pola suplai air secara statis menggunakan pompa submersible. Dengan cara ini, beberapa unit pemadam dapat mengisi air secara bersamaan tanpa harus bolak-balik ke sumber air.
"Kami berupaya memastikan suplai air tidak terputus selama proses pemadaman. Tim di lapangan terus berkoordinasi untuk menentukan langkah penanganan yang paling efektif sesuai kondisi lokasi," jelas Mahdiar.
Pemkot Siap Tambah Personel dan Armada
Mahdiar menambahkan, BPBD Kota Tangerang siap menambah personel maupun armada jika dibutuhkan. Seluruh proses penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD Provinsi Banten dan BPBD Kabupaten Tangerang.
"Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota telah menginstruksikan kami untuk memberikan dukungan semaksimal mungkin. Kami siap membantu sesuai kebutuhan di lapangan hingga proses penanganan selesai," kata Mahdiar.
Status Tanggap Darurat Ditetapkan, Api Mulai Melandai
Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyebutkan, sejak kebakaran terjadi pada Selasa (30/6), pemerintah daerah terus mengoptimalkan pemadaman. Kini situasi kebakaran mulai melandai dan sebaran asap di kawasan TPA sudah mulai menipis.
Pihaknya telah meningkatkan status penanggulangan kebakaran TPA Jatiwaringin dari siaga menjadi tanggap darurat. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan upaya penanganan di lapangan.