Personel dari seluruh Polsek di lingkungan Polres Serang melakukan sambang dan dialog langsung dengan kelompok tani cabai, tomat, singkong, serta peternak kambing dan bebek. Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan sejumlah kendala klasik yang menghambat produktivitas, di antaranya lonjakan harga pakan ternak dan pupuk yang tak kunjung terkendali.
Kapolres Serang AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni. “Kami menggerakkan seluruh Bhabinkamtibmas untuk aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat, kelompok tani, peternak, tokoh masyarakat, maupun pelaku usaha di desa. Tujuannya adalah mencari solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lapangan pekerjaan dan memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya.
Bukan Sekadar Jaga Keamanan, Polisi Kini Jadi Mitra Ekonomi Warga
AKBP Andri menjelaskan bahwa peran Polri di bawah Program Poliran tidak lagi terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban. Institusi kepolisian kini didorong untuk hadir sebagai mitra pembangunan ekonomi desa. Dalam setiap kunjungan, personel tidak hanya menyerap aspirasi, tetapi juga berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mempermudah akses sarana pertanian dan mencarikan solusi atas mahalnya biaya produksi.
“Berbagai masukan dan kendala yang diperoleh di lapangan akan menjadi bahan koordinasi dengan instansi terkait agar dapat ditindaklanjuti secara berkelanjutan,” tegas Kapolres.
Sinergi Tiga Pilar untuk Menekan Angka Pengangguran
Program Poliran dirancang untuk menjembatani kebutuhan petani dan peternak dengan pemangku kebijakan. Dengan menggandeng tokoh masyarakat dan pelaku usaha lokal, Polres Serang berharap rantai distribusi bibit dan pakan bisa lebih efisien, sehingga harga di tingkat petani tidak terus tertekan.
“Dengan sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat, kami berharap Program Poliran mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan peternakan, mengurangi pengangguran, serta mewujudkan ketahanan pangan yang kuat di wilayah Kabupaten Serang,” tutup AKBP Andri.