TANGERANG — Tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, petugas medis di 39 puskesmas se-Kota Tangerang kini aktif menyisir masyarakat. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digalakkan Dinkes setempat menyasar berbagai titik keramaian, mulai dari sekolah, perkantoran, perusahaan, hingga komunitas di tingkat RT dan RW.
Layanan Jemput Bola untuk Deteksi Dini Penyakit
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menegaskan bahwa seluruh puskesmas yang tersebar di wilayahnya menjadi ujung tombak pelaksanaan CKG. “Tidak hanya melayani pemeriksaan di fasilitas kesehatan, puskesmas juga aktif menggelar layanan jemput bola ke sekolah, perkantoran, perusahaan, komunitas hingga lingkungan RT/RW,” kata dr. Dini di Tangerang, Senin.
Pemeriksaan gratis ini, lanjutnya, merupakan langkah awal untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini. Tujuannya, mewujudkan masyarakat Kota Tangerang yang lebih sehat dan produktif.
Data Pemeriksaan Jadi Peta Kesehatan Wilayah
Hasil pemeriksaan dari setiap puskesmas tidak sekadar menjadi catatan pelayanan. Dinkes Kota Tangerang akan memanfaatkan data tersebut untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat di masing-masing wilayah. “Harapannya, setiap puskesmas memiliki gambaran kondisi kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya sehingga langkah pencegahan dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” jelas dr. Dini.
Dengan peta kesehatan yang akurat, intervensi medis bisa dilakukan lebih tepat sasaran. Jika ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan segera, puskesmas bisa langsung merujuk atau menangani pasien tanpa perlu menunggu kondisi memburuk.
Warga Diimbau Manfaatkan Layanan Gratis Ini
Melalui program ini, dr. Dini mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Tangerang untuk memanfaatkan layanan CKG secara berkala. “Nantinya puskesmas melakukan intervensi dari temuan CKG sehingga ketika ada penyakit yang membutuhkan penanganan segera bisa cepat dilakukan,” ujarnya.
Dengan sistem jemput bola yang diterapkan, warga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi ke puskesmas. Petugas kesehatan akan hadir langsung di lingkungan mereka, memudahkan akses terhadap layanan kesehatan primer yang berkualitas.