Pencarian

Komisi IV DPR RI Dorong Modernisasi Laboratorium Karantina di Bandara Soetta Demi Dongkrak Ekspor dan PNBP

Sabtu, 18 Juli 2026 • 02:17:31 WIB
Komisi IV DPR RI Dorong Modernisasi Laboratorium Karantina di Bandara Soetta Demi Dongkrak Ekspor dan PNBP
Komisi IV DPR RI meninjau fasilitas laboratorium karantina di Bandara Soekarno-Hatta untuk mendorong modernisasi guna meningkatkan ekspor dan PNBP.

TANGERANG — Komisi IV DPR RI memastikan akan membawa isu penguatan fasilitas laboratorium karantina ke dalam Rapat Kerja (Raker) mendatang. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, mengatakan modernisasi ini merupakan langkah strategis untuk menunjang target peningkatan PNBP.

"Ketika kita pasang instalasi laboratorium yang bagus sebagaimana permintaan negara-negara tujuan ekspor, itu saya kira nanti akan juga diikuti dengan PNBP yang meningkat," ucap Kharis usai melakukan kunjungan kerja spesifik di Kantor Pelayanan Karantina hewan, ikan, dan tumbuhan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat.

Keterbatasan Alat dan Armada X-Ray Mobile

Hasil peninjauan Komisi IV menemukan permasalahan krusial di Baramtin Bandara Soetta. Teknologi pada fasilitas laboratorium penunjang dinilai tertinggal dan tidak memadai untuk menunjang pemeriksaan komoditas ekspor yang berkualitas.

Selain laboratorium, keterbatasan armada penunjang bergerak seperti Mobile X-Ray juga menjadi sorotan. Saat ini, di wilayah Banten baru tercatat dua unit Mobile X-Ray yang ditempatkan di Bandara Soetta dan Pelabuhan Merak.

"Artinya ini tidak memadai. Tapi juga kita tidak mengandalkan itu. Laboratorium penunjang yang lain ini saya kira cukup banyak dan kita maksimalkan," katanya.

Investasi Modernisasi Dinilai Tidak Akan Membebani Negara

Kharis meyakini nilai investasi pada fasilitas karantina yang modern justru akan menjadi stimulus ekonomi baru. Peningkatan devisa ekspor dan PNBP diproyeksikan akan mengimbangi biaya pengadaan alat.

"Ketika kita pasang instalasi laboratorium yang bagus sesuai permintaan negara tujuan ekspor, saya kira nanti akan diikuti dengan kenaikan PNBP. Kami di Komisi IV sepakat akan membawa ini ke rapat formal untuk kita dukung sepenuhnya," kata dia.

DPR juga memahami adanya kompleksitas birokrasi dan mekanisme penganggaran keuangan negara. Proses pengadaan fasilitas ini membutuhkan waktu serta perencanaan matang demi menghindari penyimpangan hukum.

Data Kinerja Karantina Banten: Ekspor Ikan Mendominasi

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Banten, Duma Sari M H, menyatakan seluruh unit pelayanan telah dipersiapkan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan tindakan karantina di Bandara Soetta.

"Kami siap menunjukkan bahwa pelayanan karantina tidak hanya mengedepankan kecepatan dan kemudahan bagi pengguna jasa, tetapi juga memastikan setiap media pembawa yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan serta aman bagi sumber daya hayati Indonesia," katanya.

Berdasarkan data Januari sampai Juni 2026, kinerja pelayanan Karantina Banten menunjukkan aktivitas tinggi. Pada layanan sertifikasi, karantina hewan mencatat impor sebanyak 1.875 sertifikat, ekspor 2.873 sertifikat, domestik masuk 4.527 sertifikat, dan domestik keluar 6.112 sertifikat. Karantina ikan mencatat aktivitas ekspor tertinggi dengan 19.603 sertifikat, sedangkan karantina tumbuhan mendominasi layanan domestik keluar sebanyak 23.725 sertifikat.

"Data tersebut menunjukkan bahwa Karantina Banten tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga berperan sebagai fasilitator perdagangan yang memastikan setiap komoditas memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan," kata Duma.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks