BANTEN — PT Pelni (Persero) resmi memiliki pucuk pimpinan baru. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Kamis, 18 Juni 2026, menetapkan Budi Setyawan Wijaya sebagai Direktur Utama, menggantikan Tri Andayani. Posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko juga berganti, kini diisi oleh Triswahyu Herlina yang menggantikan Anik Hidayati.
Jejak Karier Dirut Baru: Dari Bandara ke Telekomunikasi
Budi Setyawan Wijaya bukanlah sosok baru di dunia BUMN. Sebelum memimpin Pelni, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Integrasi Aviasi Solusi, yang dikenal sebagai InJourney Aviation Services (IAS), anak usaha holding Aviasi. Ia juga pernah duduk sebagai Komisaris Telkomsigma pada 2023-2025.
Jabatan strategis lainnya di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk turut mewarnai kariernya. Budi pernah menjadi Direktur Strategic Portfolio Telkom (2020-2025) dan memimpin program transformasi anak usaha sebagai Streamlining Subsidiaries Transformation Program Leader (2020). Portofolio ini menunjukkan keahliannya di bidang restrukturisasi dan strategi korporasi, bukan operasional kapal atau logistik laut.
Kritik Pengamat: "Masa Kejayaan Sudah Redup"
Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, menyampaikan kritik pedas terhadap perombakan ini. Ia menilai Pelni membutuhkan pemimpin yang benar-benar memahami bisnis maritim untuk bisa bersaing.
"Jadi masa kejayaan Pelni ini sudah redup, tiba-tiba direksi diganti dengan orang yang background-nya tidak tahu bisnis maritim, tambah mau dibawa ke mana, apa terobosan dirut baru?" tegas Siswanto di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.
Menurut Siswanto, tanpa sosok yang mengerti seluk-beluk industri pelayaran, Pelni akan kesulitan menemukan terobosan untuk mengembalikan kejayaannya. Sorotan utama tertuju pada kemampuan Budi dalam merumuskan strategi bisnis inti perusahaan pelat merah tersebut.
Fakta Singkat Seputar Perombakan Direksi Pelni
- RUPS: Keputusan diambil pada Kamis, 18 Juni 2026.
- Direktur Utama Baru: Budi Setyawan Wijaya, sebelumnya Dirut InJourney Aviation Services.
- Direktur Keuangan Baru: Triswahyu Herlina, menggantikan Anik Hidayati.
- Kritikus: Siswanto Rusdi, Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin).
Tantangan ke Depan: Transformasi di Tengah Tekanan
Pelni saat ini menghadapi tantangan berat. Persaingan dengan moda transportasi alternatif dan efisiensi operasional menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung usai. Kehadiran direksi dengan latar belakang non-maritim memicu pertanyaan besar mengenai arah kebijakan perusahaan ke depan.
Apakah keahlian Budi di bidang transformasi korporasi dan strategi portofolio dari pengalamannya di Telkom dan IAS bisa menjadi jawaban untuk membenahi Pelni? Atau justru sebaliknya, perusahaan akan semakin kehilangan arah di tengah industri yang membutuhkan sentuhan teknis dan pengalaman langsung di lapangan? Jawabannya hanya akan terlihat dalam beberapa kuartal ke depan. Pasar dan para pemangku kepentingan akan mengawasi setiap langkah strategis yang diambil oleh jajaran direksi yang baru.