Pencarian

974 Percakapan Dilayani, AI Helita Jadi Andalan Layanan Publik Tangsel meski Budaya Digital Warga Masih Jadi PR

Senin, 22 Juni 2026 • 15:05:01 WIB
974 Percakapan Dilayani, AI Helita Jadi Andalan Layanan Publik Tangsel meski Budaya Digital Warga Masih Jadi PR
Asisten virtual Helita melayani 974 percakapan selama evaluasi operasional di Tangsel.

TANGERANG SELATAN — Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang Selatan merilis evaluasi operasional aplikasi super Tangsel ONE dan asisten virtual Helita untuk periode 30 April hingga 15 Juni 2026. Hasilnya, sistem buatan yang mengusung slogan "Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel" ini menunjukkan performa teknis di atas target.

Response Time 429 Milidetik, Rating 4,3 dari 5

Selama 47 hari evaluasi, Helita melayani 974 percakapan yang mencakup total 10.257 pesan. Dari seluruh interaksi tersebut, platform mencatatkan resolution rate sebesar 25 persen dengan kecepatan merespons rata-rata 429 milidetik. Layanan ini juga mengantongi rating 4,3 dari skala 5 bintang berdasarkan ulasan 250 pengguna.

Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, mengeklaim seluruh indikator kinerja utama (KPI) operasional telah memenuhi ambang batas. "Alhamdulillah, ketersediaan sistem aman di atas ambang batas," ujarnya, Senin (22/6/2026). Tingkat ketersediaan sistem (availability) mencapai 93,33 persen, melampaui target minimal 90 persen.

Gangguan Cloudflare dan Banned API Jadi Kendala Teknis

Meski secara umum andal, Helita sempat mengalami gangguan pada 29 Mei dan 4 Juni 2026. Setelah ditelusuri, penyebabnya berasal dari sistem Cloudflare, sehingga dinyatakan sebagai gangguan eksternal pihak ketiga. Selain itu, sebanyak 110 percakapan terpaksa dialihkan ke penanganan manual akibat kanal WhatsApp API gateway yang terkena banned.

Untuk penyelesaian keluhan teknis dari pengguna, kepatuhan SLA operasional mencapai 90 persen. Tim berhasil merampungkan 45 dari total 50 tiket developer yang masuk. Sementara itu, success rate atau tingkat keberhasilan percakapan berada di angka 85,93 persen, masuk dalam rentang target resmi 85 hingga 93 persen.

Jurang Digital: Warga Masih Terbiasa ke Loket Fisik

Di balik angka-angka positif itu, Asep mengakui ada jurang pemisah yang lebar antara kesiapan sistem kecerdasan buatan dengan kesiapan kultural masyarakat. "Secara performa teknologi dan infrastruktur, sistem Helita bekerja sangat andal. Namun, data evaluasi menunjukkan ada pekerjaan rumah besar dalam menggeser budaya masyarakat dari analog menuju digital, terutama pada layanan perizinan dan penanganan keluhan fisik," kata Asep.

Fenomena ini bukan hal baru di kota penyangga Jakarta tersebut. Meskipun Tangsel identik dengan kawasan modern dan melek teknologi, kebiasaan warga untuk mengurus dokumen atau melapor secara langsung ke kantor dinas masih cukup kuat. Padahal, Helita dirancang untuk memangkas waktu dan birokrasi melalui percakapan instan berbasis AI.

Apa Langkah Pemkot Selanjutnya?

Ke depan, Pemkot Tangsel akan fokus pada sosialisasi dan edukasi publik agar adopsi layanan digital semakin masif. Dengan tingkat ketersediaan sistem yang sudah di atas 90 persen, tantangan utama kini bukan lagi pada infrastruktur, melainkan pada kebiasaan warga yang masih betah mengantre di loket fisik. Pertanyaannya: akankah Helita mampu menjadi jembatan digital yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat Tangsel?

Bagikan
Sumber: banten.viva.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks