CILEGON — Beredarnya informasi soal dugaan fasilitas kamar mewah di Lapas Kelas IIA Cilegon langsung ditindaklanjuti pihak lembaga pemasyarakatan. Kalapas Kelas IIA Cilegon, Raja Muhammad Ismael Novadiansyah, menegaskan bahwa hasil monitoring dan pengawasan di seluruh blok hunian tidak menemukan bukti yang mendukung kabar tersebut.
Hasil Pemeriksaan: Tak Ada Kamar Khusus Mewah
“Kami pastikan bahwa dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kamar seperti yang disampaikan di media sosial. Dan dipastikan bahwa itu tidak benar,” tegas Raja dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/5/2026). Pemeriksaan dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan dan pengaduan masyarakat yang sempat ramai diperbincangkan.
Menurut Raja, seluruh warga binaan di lapas tersebut mendapatkan pelayanan dan fasilitas secara setara. Tidak ada satu pun narapidana yang diperlakukan secara istimewa selama menjalani masa hukumannya.
Komitmen Transparansi dan Pengawasan Ketat
Pemeriksaan ini, lanjut Kalapas, merupakan bagian dari arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk menjaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas. “Tidak ada yang diperlakukan secara istimewa di dalam lapas, semua diperlakukan sama karena semua warga binaan tengah menjalani masa hukumannya,” ujar Raja.
Pihaknya memastikan bahwa pengawasan dilakukan secara ketat setiap saat. Razia rutin dan insidentil pun kerap digelar dengan melibatkan TNI, Polri, Pemda, dan BNNK Cilegon.
Fasilitas Komunikasi dan Razia Berkala Jadi Andalan
Sebagai bentuk pencegahan penyimpangan, Lapas Kelas IIA Cilegon juga mengoptimalkan layanan Wartelsuspas sebanyak 60 KBU yang tersebar di seluruh blok hunian. Fasilitas ini digunakan warga binaan untuk berkomunikasi dengan keluarga di luar.
Di internal, para petugas telah menjalani Ikrar Pemasyarakatan dan Deklarasi Komitmen Bersama menuju Lapas Zero Halinar dan praktik penipuan. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan, pembinaan, dan kualitas pelayanan pemasyarakatan serta membuka ruang pengawasan dan masukan dari masyarakat,” tutup Raja.