JAKARTA — Tiga persoalan utama menjadi prioritas kerja sama: banjir, sampah, dan kemacetan transportasi. Andra Soni menegaskan, wilayah Tangerang Raya sebagai daerah penyangga Jakarta tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri.
“Jakarta membutuhkan Banten, dan Banten juga membutuhkan Jakarta. Fokus kerja sama ini mencakup penanganan banjir, pengelolaan sampah, hingga pengembangan transportasi kawasan aglomerasi,” ujar Andra dalam keterangan pers usai pertemuan.
Embung Besar untuk Kendalikan Debit Air dan Sumber Air Baku
Salah satu agenda strategis yang dibahas adalah pembangunan embung besar hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Pemkab Tangerang, dan Pemkot Tangerang. Embung itu dirancang untuk mengendalikan debit air sekaligus menjadi sumber air baku bagi masyarakat di Tangerang Raya dan Jakarta.
Selain itu, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian utama. Pemerintah Pusat telah menetapkan wilayah Banten sebagai salah satu lokasi strategis proyek nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa di kawasan aglomerasi Tangerang Raya.
MRT hingga Balaraja dan Lima Rute Baru JakLingko
Di sektor transportasi, kedua pihak membahas rencana perpanjangan jalur MRT hingga Tangerang dan Balaraja. Langkah ini diharapkan memperkuat konektivitas masyarakat antarwilayah yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi.
Pemprov DKI Jakarta juga akan membuka lima rute baru JakLingko yang terhubung dengan Tangerang dan Tangerang Selatan sebagai bagian dari pengembangan Transjabodetabek. Pramono menilai, persoalan banjir dan kemacetan di kawasan metropolitan tidak mungkin diselesaikan secara parsial.
“Kami sepakat menyelesaikan berbagai persoalan bersama, mulai dari kemacetan, banjir, hingga mendorong perpanjangan MRT sampai Balaraja,” kata Pramono.
Lahan 95 Hektare di Legok untuk Pertanian dan Permukiman
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengapresiasi penguatan kolaborasi ini. Dalam pertemuan tersebut turut dibahas optimalisasi lahan milik Pemprov DKI Jakarta seluas 95 hektare di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
Lahan itu direncanakan untuk mendukung sektor pertanian, kawasan permukiman, hingga pembangunan infrastruktur pendukung seperti tandon air. Menurut Maesyal, sinergi antardaerah menjadi langkah penting mewujudkan kawasan metropolitan Jabodetabek yang lebih tertata, modern, dan sejahtera.
Pertemuan itu dihadiri Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Wali Kota Tangerang Sachruddin, serta Bupati Tangerang Maesyal Rasyid. Sementara itu, Pramono didampingi Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno.