BANTEN — Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memutuskan untuk menutup seluruh akses wisatawan ke kawasan Gunung Bromo selama dua hari, tepatnya pada Sabtu hingga Minggu (30-31/5). Keputusan ini diambil demi menjaga kekhidmatan prosesi upacara keagamaan umat Hindu Tengger yang puncaknya jatuh pada malam purnama bulan Kasada.
Ritual Lempar Sesaji ke Kawah sebagai Puncak Acara
Ritual Yadnya Kasada merupakan tradisi sakral bagi masyarakat Tengger yang telah diwariskan secara turun-temurun. Puncak acara berupa prosesi persembahan hasil bumi—seperti sayuran, buah-buahan, dan hasil ternak—yang dilemparkan ke dalam kawah Gunung Bromo.
“Penutupan ini dilakukan semata-mata untuk memberikan ruang dan rasa hormat kepada masyarakat Tengger yang sedang menjalankan ibadah. Kami mohon pengertian wisatawan,” demikian pernyataan resmi dari pihak BB TNBTS dalam rilis yang diterima redaksi, Sabtu (30/5).
Dampak pada Kunjungan dan Imbauan bagi Pelancong
Penutupan ini secara otomatis menghentikan seluruh aktivitas pendakian dan wisata di area kaldera Bromo selama dua hari. Bagi wisatawan yang telah memiliki tiket atau rencana berkunjung pada akhir pekan ini, pihak pengelola mengimbau untuk menunda perjalanan hingga akses kembali dibuka pada Senin (1/6).
Langkah serupa sebenarnya sudah menjadi agenda rutin tahunan. Setiap periode pelaksanaan Yadnya Kasada, kawasan wisata selalu ditutup sementara. Tradisi ini menjadi salah satu daya tarik budaya yang unik sekaligus pengingat bahwa kawasan konservasi tidak hanya berfungsi sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga ruang hidup bagi komunitas adat.
Antara Pariwisata dan Pelestarian Budaya
Kebijakan penutupan ini kerap memicu dua sisi respons. Di satu sisi, wisatawan yang sudah jauh-jauh datang merasa kecewa. Namun di sisi lain, langkah ini justru memperkuat nilai ekowisata berbasis budaya yang selama ini menjadi identitas Bromo.
Pemerintah daerah dan pengelola taman nasional selama ini konsisten memprioritaskan pelaksanaan ritual adat di atas kepentingan komersial. Keputusan ini juga menjadi sinyal bahwa pengelolaan destinasi super prioritas tidak semata-mata berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada keberlanjutan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Bagi wisatawan yang tetap ingin menikmati suasana Bromo tanpa memasuki area kawah, beberapa titik di luar zona penutupan seperti Bukit Cinta atau Savana masih dapat diakses dengan pengawasan ketat petugas. Namun, pihak BB TNBTS menegaskan bahwa akses ke lautan pasir dan bibir kawah ditutup total selama prosesi berlangsung.