BANTEN — Komite Pengarah Nasional untuk Pertahanan Sipil Vietnam telah menginstruksikan pemerintah daerah untuk mengaktifkan langkah-langkah respons proaktif terhadap cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada sore dan malam hari. Peringatan ini dikeluarkan berdasarkan data dari Pusat Prakiraan Hidro-Meteorologi Nasional yang menyebutkan beberapa titik rawan mengalami curah hujan lebih dari 100 mm dalam waktu tiga jam.
Risiko Bencana di Dataran Rendah dan Pegunungan
Menurut laporan badan meteorologi, hujan deras berpotensi memicu banjir di permukiman padat dan pusat kota yang berada di dataran rendah. Sementara itu, aliran sungai kecil dan anak sungai di wilayah perbukitan terpantau dalam status waspada tinggi terhadap banjir bandang.
Daerah pegunungan juga menghadapi ancaman tanah longsor yang bisa dipicu oleh intensitas hujan tinggi. Selain itu, fenomena badai petir yang menyertai hujan lebat membawa potensi tornado, sambaran petir, hujan es, dan angin kencang yang dapat merusak infrastruktur.
Evakuasi dan Kesiapsiagaan "Empat Siaga di Tempat"
Menanggapi situasi ini, pemerintah daerah diminta segera meninjau ulang peta kawasan berisiko tinggi untuk mempersiapkan evakuasi warga ke lokasi aman. Langkah ini dilakukan secara preventif sebelum hujan mencapai puncak intensitasnya.
Komite Pengarah Nasional untuk Pertahanan Sipil juga memerintahkan mobilisasi pasukan tanggap cepat untuk memeriksa dan membersihkan saluran air yang tersumbat. Prinsip "empat kali siaga di tempat"—yang mencakup kesiapan personel, logistik, peralatan, dan anggaran—menjadi pedoman utama dalam penanganan darurat.
Komunikasi Publik dan Pelaporan Berkala
Upaya komunikasi risiko diperkuat melalui sistem informasi akar rumput agar masyarakat mendapatkan pembaruan cuaca secara real-time. Warga diedukasi mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat menghadapi banjir bandang, tanah longsor, tornado, dan sambaran petir.
Pemerintah daerah diwajibkan menyusun jadwal tugas ketat dan melaporkan perkembangan situasi secara berkala kepada Komite Pengarah. Laporan disampaikan melalui Departemen Manajemen Tanggul dan Pencegahan serta Pengendalian Bencana di bawah Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup.