BANTEN — Kepastian ini diumumkan langsung oleh pihak klub pada Kamis (waktu setempat). Iraola dikontrak dengan durasi multi-tahun dan akan mulai memegang kendali tim pada pramusim mendatang. Ia datang dengan reputasi yang mentereng setelah membawa Bournemouth finis di peringkat keenam—hanya terpaut tiga poin dan satu tingkat di bawah Liverpool musim lalu.
Permainan Cepat ala Bournemouth yang Membuat Liverpool Jatuh Hati
Iraola sukses besar di Vitality Stadium dengan sumber daya yang terbatas. Gaya sepak bola cepat, agresif, dan atraktif yang ia terapkan berhasil membawa The Cherries bersaing di papan atas, bahkan mengalahkan tim-tim besar. Pendekatan inilah yang diyakini menjadi faktor utama Liverpool memburu jasanya.
"Saya sangat senang. Liverpool adalah salah satu klub terbesar di dunia. Tidak perlu banyak hal untuk membuat seseorang tertarik," ujar Iraola dalam pernyataan resmi yang dirilis klub. "Liverpool adalah Liverpool," tegasnya.
Kegagalan Arne Slot di Musim Kedua Jadi Titik Balik
Slot mengambil alih Liverpool pada musim panas 2024 sebagai penerus legenda Jürgen Klopp. Ia sempat membawa pulang gelar juara liga ke-20 bagi The Reds. Namun, inkonsistensi di musim kedua membuat timnya melorot ke peringkat kelima—posisi yang tak bisa diterima di Anfield.
Kegagalan lolos ke Liga Champions musim depan menjadi pukulan telak bagi manajemen. Keputusan untuk mengganti pelatih pun tak terhindarkan. Nama Iraola langsung melesat ke puncak daftar kandidat setelah catatan impresifnya bersama Bournemouth.
Bayer Leverkusen Juga Incar, Tapi Kalah Cepat dari Liverpool
Iraola sebenarnya juga masuk radar Bayer Leverkusen. Klub Bundesliga itu sempat menunjukkan minat serius. Namun, begitu Liverpool bergerak cepat, Leverkusen langsung mengalihkan target. Mereka kemudian resmi memperkenalkan Carles Martínez dari FC Toulouse sebagai pengganti Kasper Hjulmand pada hari yang sama.
Iraola, yang sempat dua kali membela tim nasional Spanyol, kini menghadapi tantangan terbesar dalam karier kepelatihannya. Ia harus membangun kembali dominasi Liverpool di Inggris dan Eropa—sebuah tugas yang tak ringan, tapi dengan rekam jejak yang ia miliki, optimisme mulai tumbuh di kubu The Reds.