TANGERANG — Ketua DPW PPP Banten memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus dan kader PPP Kota Tangerang yang sukses menggelar Muscab VII. Ia menilai proses musyawarah yang berlangsung demokratis menjadi modal penting bagi soliditas partai ke depan, terutama dalam menghadapi kontestasi politik lokal maupun nasional.
Pesan Ketua DPW: Jaga Soliditas Pasca-Muscab
Dalam sambutannya, Ketua DPW PPP Banten mengingatkan agar seluruh kader tidak terpecah belah pasca-musyawarah. Ia meminta semua pihak menerima hasil keputusan Muscab VII dengan lapang dada dan tetap fokus pada agenda partai, termasuk penguatan struktur hingga tingkat ranting di Kota Tangerang.
"Proses demokratis yang sudah berjalan baik ini harus dijaga. Saya minta semua kader kembali bersatu, tidak ada lagi friksi. Yang terpenting adalah bagaimana partai bisa terus melayani masyarakat," ujar Ketua DPW PPP Banten dalam keterangan yang diterima, Senin (6/7/2026).
Muscab VII: Ajang Konsolidasi dan Regenerasi
Muscab VII PPP Kota Tangerang menjadi momen penting bagi partai berlambang Ka'bah tersebut untuk melakukan konsolidasi organisasi. Selain memilih ketua baru, forum ini juga menjadi ajang regenerasi kepemimpinan di tingkat kota yang diharapkan mampu membawa PPP lebih kompetitif pada pemilihan umum mendatang.
Para peserta muscab terdiri dari pengurus anak cabang, ranting, serta perwakilan sayap partai se-Kota Tangerang. Agenda utama meliputi laporan pertanggungjawaban pengurus lama, pemilihan ketua baru, serta penyusunan program kerja lima tahun ke depan.
Komitmen Perkuat Basis di Kota Tangerang
Ketua DPW PPP Banten juga menekankan pentingnya penguatan basis akar rumput di Kota Tangerang. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki potensi besar yang harus dimaksimalkan dengan pendekatan organisasi yang solid dan pelayanan publik yang nyata.
"Kota Tangerang adalah salah satu lumbung suara penting di Banten. Saya harap kepengurusan baru nanti bisa menjangkau lebih banyak pemilih muda dan kalangan profesional," tambahnya.
Muscab VII PPP Kota Tangerang diharapkan menjadi titik awal kebangkitan partai di wilayah tersebut, terutama dalam memperkuat struktur dan meningkatkan elektabilitas menjelang agenda politik selanjutnya.