Pencarian

Kabupaten Serang Dorong 73 Desa Kembangkan Sektor Unggulan, dari Lele Bioflok hingga Ayam Petelur

Senin, 06 Juli 2026 • 16:53:01 WIB
Kabupaten Serang Dorong 73 Desa Kembangkan Sektor Unggulan, dari Lele Bioflok hingga Ayam Petelur
Pemerintah Kabupaten Serang dorong 73 desa kembangkan sektor unggulan sesuai potensi lokal masing-masing.

SERANG — Pemerintah Kabupaten Serang melalui DPMD tidak lagi menerapkan pendekatan seragam dalam mengembangkan ekonomi desa. Setiap wilayah kini didorong menemukan dan mengoptimalkan potensi khasnya masing-masing.

Kepala DPMD Kabupaten Serang Rudy Suhartanto mengungkapkan, sebagian besar desa sudah memiliki potensi yang tengah didorong untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Beberapa di antaranya mengembangkan bioflok lele, nila, gurame, hingga desa melon, semangka, hidroponik, dan ayam petelur.

Desa Kibin: 2.100 Butir Telur per Hari, Baru Penuhi 10 Persen Permintaan

Salah satu contoh pengembangan desa tematik yang berjalan adalah di Desa Kibin, Kecamatan Kibin. Desa ini mengelola peternakan ayam petelur dengan populasi sekitar 2.400 ekor ayam yang mampu menghasilkan sekitar 2.100 butir telur per hari.

Meski produksi terbilang stabil, Rudy menyebutkan angka itu baru mampu memenuhi sekitar 10 persen dari total kebutuhan pasar. Permintaan dari pedagang dan konsumen justru terus melonjak.

“Permintaan sangat tinggi, bahkan banyak yang harus antre. Pedagang lebih memilih membeli langsung ke kandang karena harganya lebih murah dan kualitasnya lebih segar,” ujar Rudy dalam keterangannya, Senin lalu.

Peluang pengembangan usaha peternakan ayam petelur di desa ini dinilai masih terbuka lebar. Dengan infrastruktur yang semakin baik, distribusi hasil produksi ke pasar-pasar di Serang dan sekitarnya pun semakin lancar.

Pendampingan Intensif untuk Desa yang Belum Punya Potensi Unggulan

Memasuki 2026, DPMD Kabupaten Serang mengintensifkan pendampingan kepada desa-desa yang belum memiliki potensi unggulan. Pendekatan yang dilakukan tidak lagi bersifat instruktif dari atas, melainkan melalui dialog langsung dengan pemerintah desa dan masyarakat.

“Kami melakukan pendekatan dengan berdialog langsung agar desa tidak lagi bingung menentukan arah pengembangan potensi mereka,” kata Rudy.

Tahapan pendampingan dimulai dari identifikasi potensi wilayah, diskusi dengan perangkat desa, hingga penyusunan arah pengembangan yang sesuai dengan kondisi masing-masing desa. Langkah ini dinilai penting agar setiap desa tidak sekadar meniru program desa tetangga, melainkan benar-benar mengoptimalkan sumber daya lokal yang dimiliki.

Infrastruktur Jadi Katalis Ekonomi Desa

Rudy menambahkan, pembangunan infrastruktur yang semakin baik di Kabupaten Serang membuka peluang baru bagi desa untuk mengembangkan berbagai sektor usaha. Akses jalan yang memadai memudahkan distribusi hasil produksi ke pasar, sekaligus menekan biaya logistik.

Melalui program desa tematik, Pemkab Serang berharap potensi lokal di setiap desa dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru. Target jangka panjangnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing desa secara berkelanjutan, tanpa harus bergantung pada bantuan pemerintah pusat secara terus-menerus.

Bagikan
Sumber: ekbisbanten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks