Nilai tukar rupiah kembali terperosok ke level Rp17.395 per dolar AS. Pelemahan ini menjadi sinyal penting bagi nasabah yang hendak bertransaksi valuta asing di bank-bank nasional. Simak kurs terbaru dari BCA, BRI, Mandiri, dan BNI.
JAKARTA — Posisi kurs rupiah yang terus merosot mendorong bank-bank besar memperbarui harga beli dan jual dolar AS. Empat bank utama — BCA, BRI, Mandiri, dan BNI — telah merilis kurs terbaru pada perdagangan hari ini. Nasabah perlu jeli membandingkan angka sebelum bertransaksi.
Kurs Dolar AS di 4 Bank Besar Hari Ini
Setiap bank menerapkan dua harga berbeda: kurs jual (bank menjual dolar ke nasabah) dan kurs beli (bank membeli dolar dari nasabah). Berikut rinciannya berdasarkan data yang dihimpun:
- BCA: Kurs jual Rp17.425, kurs beli Rp17.200 per dolar AS.
- BRI: Kurs jual Rp17.450, kurs beli Rp17.300 per dolar AS.
- Mandiri: Kurs jual Rp17.440, kurs beli Rp17.310 per dolar AS.
- BNI: Kurs jual Rp17.435, kurs beli Rp17.295 per dolar AS.
Selisih antara kurs jual dan beli — disebut spread — menjadi keuntungan bank. Nasabah pembeli dolar AS wajib melihat kolom kurs jual. Sebaliknya, penjual dolar AS harus merujuk pada kurs beli.
Fakta Singkat Pelemahan Rupiah
- Level Rp17.395 per dolar AS merupakan salah satu titik terlemah rupiah dalam beberapa pekan terakhir.
- Tekanan terhadap mata uang Garuda datang dari penguatan indeks dolar AS di pasar global.
- Bank Indonesia (BI) terus melakukan intervensi ganda — di pasar spot dan Surat Berharga Negara (SBN) — untuk menahan laju depresiasi.
Apa yang Perlu Dilakukan Nasabah?
Bagi masyarakat yang berencana membeli dolar AS untuk perjalanan atau investasi, waktu pembelian menjadi krusial. Perbandingan antarbank menunjukkan BCA menawarkan kurs jual termurah, yakni Rp17.425. Sementara itu, BRI mematok kurs jual tertinggi di Rp17.450.
Sebaliknya, bagi yang hendak menjual dolar AS, kurs beli tertinggi ada di Mandiri (Rp17.310) dan BRI (Rp17.300). Selisih hingga Rp110 per dolar AS antara bank termurah dan termahal bisa berarti nominal signifikan untuk transaksi dalam jumlah besar.
Prediksi Pergerakan Rupiah ke Depan
Pergerakan rupiah masih akan bergantung pada data ekonomi AS, terutama suku bunga acuan Federal Reserve dan kebijakan moneter domestik. Pasar tengah menunggu sinyal dari rapat dewan gubernur BI selanjutnya terkait langkah stabilisasi nilai tukar.