Laporan terbaru Crunchbase menunjukkan konsentrasi pendanaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dari total 300 miliar dolar AS yang dideploy secara global, 188 miliar dolar AS di antaranya—atau setara 65 persen—hanya masuk ke empat perusahaan: OpenAI, Anthropic, xAI, dan Anduril Industries. Pangsa AI dalam pendanaan ventura pun melonjak drastis menjadi 80 persen pada Q1 2026, naik dari 55 persen setahun lalu.
Angka ini mungkin terlihat positif. Namun Marc Schröder, co-founder dan managing partner MGV, mengingatkan bahwa di balik rekor pendanaan itu ada persoalan likuiditas yang mengintai. "Setiap dolar yang terkonsentrasi ke empat mega-round AI adalah dolar yang belum menghasilkan imbal balik apa pun bagi LP," tulisnya dalam analisis yang dimuat Crunchbase News.
Tekanan LP Mengubah Peta Negosiasi
Data Crunchbase mencatat sepanjang 2025 hanya terjadi 65 IPO startup yang didukung ventura, berbanding terbalik dengan 2.300 akuisisi. Artinya, jalan keluar lewat penjualan perusahaan jauh lebih realistis ketimbang melantai di bursa. Lebih penting lagi, para limited partner (LP) yang menjadi sumber dana ventura telah berada dalam zona arus kas negatif sejak 2022.
"Rekor deployment di Q1 tidak mengubah hitungan di level LP, dan tekanan itu kini membentuk ulang setiap term sheet, keputusan pendanaan lanjutan, serta percakapan di ruang rapat," jelas Schröder.
Pertanyaan Kunci yang Jarang Diajukan Founder
Schröder menekankan bahwa pendiri startup harus mengubah cara mereka melakukan uji tuntas terhadap calon investor. Referensi dari tiga CEO portofolio sudah tidak cukup. Ia mendorong founder untuk bertanya langsung: berapa sisa dry powder dana ventura tersebut? Berapa banyak perusahaan portofolio dari vintage 2018 hingga 2020 yang sudah menghasilkan realized returns, bukan sekadar paper markups? Apakah LP mereka mendorong GP-led secondaries?
"Jika jawabannya ya, firma itu beroperasi di bawah kendala arus kas yang akan muncul di ruang rapat Anda," kata Schröder. Ia menambahkan bahwa pertanyaan-pertanyaan ini adalah hal yang sama yang ditanyakan LP serius kepada para partner dana ventura saat ini. "Firma berkualitas tinggi menyambut percakapan semacam ini."
Membangun Relasi Pembeli Sejak Pendanaan Awal
Realitas pasar saat ini membuat founder harus mendesain perusahaan mereka untuk jalur keluar lewat akuisisi sejak pendanaan Seri A. Q1 2026 sendiri mencatat 56,6 miliar dolar AS dalam akuisisi startup yang didukung ventura, menjadikannya kuartal tersibuk ketiga sejak 2022.
Namun Schröder memberi catatan penting: dari 21 exit startup senilai di atas 1 miliar dolar AS secara global pada kuartal lalu, hanya empat yang terjadi di Amerika Serikat. "Jendela exit bagi founder Amerika lebih sempit dari yang ditunjukkan angka pendanaan utama," tulisnya.
Founder yang cerdas, menurut Schröder, sudah mulai membangun hubungan dengan tim corporate development perusahaan platform potensial sejak awal. Mereka merancang produk yang bisa terintegrasi mulus ke dalam stack teknologi calon pembeli dan membina hubungan eksekutif bertahun-tahun sebelum negosiasi akuisisi dimulai.
"Modal berlimpah. Disiplinlah yang membedakan hasil akhir," pungkas Schröder. "Founder yang memahami rantai LP-ke-GP-ke-startup akan mendapatkan mitra yang lebih baik, persyaratan yang lebih cerdas, dan perusahaan yang dibangun untuk lebih dari satu jalur menuju hasil besar."