BANTEN — Danantara, melalui dua lengan bisnisnya, yakni MIND ID sebagai induk holding tambang dan PT Danantara Asset Management, mencatatkan penerimaan dividen jumbo untuk tahun buku 2025. Totalnya mencapai Rp59,56 triliun, menggabungkan setoran dari enam emiten BUMN dan empat perusahaan tambang.
Kontribusi Terbesar dari Sektor Perbankan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi penyumbang dividen terbesar bagi Danantara Asset Management dengan nilai Rp18,11 triliun. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menyetor Rp16,67 triliun, disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan dividen sekitar Rp11,29 triliun.
Secara keseluruhan, dari enam emiten BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI)—yaitu BBNI, BBRI, BMRI, JSMR, SMGR, dan TLKM—Danantara Asset Management mengantongi total Rp54,7 triliun. Sisanya berasal dari sektor pertambangan yang dikelola MIND ID.
Pertambangan: ANTM Sumbang Dividen Terbesar
Di sektor tambang, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi kontributor utama. Dengan dividen Rp210 per saham dan kepemilikan MIND ID sekitar 15,61 miliar saham, perusahaan tambang emas ini menyetor Rp3,28 triliun.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyusul dengan dividen Rp114,51 per saham, menghasilkan Rp869,76 miliar untuk MIND ID. Sementara itu, PT Timah Tbk (TINS) diperkirakan memberikan Rp426,88 miliar, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyetor Rp279,15 miliar. Total dari empat emiten tambang ini mencapai Rp4,85 triliun.
IHSG Terbang, Saham BUMN Pimpin Penguatan
Kabar dividen ini berbarengan dengan momentum penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada Senin, 15 Juni 2026, IHSG sempat melonjak lebih dari 3,5 persen ke level 6.221, didorong saham perbankan dan tambang BUMN.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menilai tren positif ini mencerminkan hasil transformasi BUMN. "Kami berterima kasih kepada seluruh investor yang terus menunjukkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia. Penguatan IHSG dan apresiasi nilai tukar rupiah menjadi indikator bahwa BUMN saat ini berada dalam posisi terbaiknya," ujarnya.
Data BEI menunjukkan saham BMRI menguat 5 persen ke Rp4.410, BBNI naik 5,9 persen ke Rp3.770, dan BBRI meningkat 4,21 persen ke Rp2.970. Saham tambang seperti TINS dan ANTM masing-masing melonjak 7,88 persen dan 7,72 persen.
Dony menambahkan, meski pasar jangka pendek dipengaruhi sentimen, investor pada akhirnya melihat fundamental perusahaan. "Laporan kinerja menunjukkan hasil yang sangat baik, baik di sektor perbankan, pertambangan, infrastruktur, maupun sektor lainnya. Ini menjadi bukti bahwa BUMN memiliki fondasi yang kuat untuk terus tumbuh ke depan," pungkasnya.