BANTEN — JUDUL: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, Pertamina Pastikan SPBU dan Pasokan Elpiji Tetap Normal LEAD: PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan lembaga penyalur energi di Sulawesi Tengah beroperasi normal pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang berpusat di Kabupaten Sigi, Selasa (16/6) pukul 11.27 Wita. Tidak ada laporan kerusakan infrastruktur maupun gangguan distribusi BBM dan LPG pascagempa yang berkedalaman 10 kilometer tersebut. Kepastian ini penting mengingat gempa memicu kepanikan warga dan menyebabkan kerusakan pada belasan rumah serta gedung Universitas Tadulako.
Stok Aman, Distribusi Lancar
Sales Branch Manager Sulteng I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Made Bilan Asasia, menyatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan dan pemantauan menyeluruh ke seluruh titik penyalur energi begitu gempa terjadi.
“Hasil monitoring menunjukkan seluruh SPBU dan lembaga penyalur yang kami pantau masih beroperasi normal. Sejauh ini tidak terdapat laporan kerusakan maupun gangguan operasional yang berdampak pada penyaluran energi kepada masyarakat,” ujar Made dalam keterangan resmi yang diterima di Palu.
Menurut Made, stok BBM dan LPG di wilayah Sulteng aman dan mencukupi. Proses distribusi dari terminal BBM maupun fasilitas LPG berjalan tanpa hambatan, sehingga pasokan energi ke seluruh wilayah layanan tetap terjaga.
Antisipasi Gempa Susulan dan Imbauan Antipanik
Pertamina tidak hanya memastikan pasokan, tetapi juga menginstruksikan seluruh lembaga penyalur untuk meningkatkan kewaspadaan. Setiap SPBU dan agen diminta mengecek sarana secara berkala dan segera melaporkan jika ditemukan potensi gangguan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan BMKG terus dilakukan untuk mengantisipasi gempa susulan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menekankan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam kondisi darurat seperti ini. Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dan melakukan pembelian berlebihan.
“Stok BBM dan LPG dalam kondisi aman serta distribusi berjalan lancar. Masyarakat tidak perlu khawatir dan diharapkan membeli produk energi sesuai kebutuhan agar pelayanan dan distribusi tetap optimal bagi seluruh masyarakat,” kata Lilik.
Layanan Darurat 24 Jam
Gempa yang berpusat di darat dengan koordinat 1,05 LS dan 120,18 BT ini tidak berpotensi tsunami. Namun, guncangannya cukup kuat hingga menyebabkan kerusakan material di sejumlah titik, termasuk 15 rumah warga di Kabupaten Parigi Moutong dan beberapa gedung di Universitas Tadulako. Pemerintah Kota Palu bahkan sempat menutup akses Jembatan Palu III untuk pemeriksaan keamanan.
Pertamina mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG. Jika menemukan kendala dalam penyaluran BBM atau LPG, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang beroperasi 24 jam.