Pencarian

Kasus DBD di Lebak Capai 391 Selama Januari-April 2026, Dinkes Minta Warga Aktifkan 3M Plus Antisipasi Peralihan Musim

Rabu, 13 Mei 2026 • 16:06:57 WIB
Kasus DBD di Lebak Capai 391 Selama Januari-April 2026, Dinkes Minta Warga Aktifkan 3M Plus Antisipasi Peralihan Musim
Kasus DBD di Lebak mencapai 391 selama Januari-April 2026 tanpa laporan kematian.

LEBAK — Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Lebak, Banten, tercatat mencapai 391 kasus selama periode Januari hingga April 2026. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lebak, Nining Tilawah, memastikan angka kematian akibat penyakit ini masih nihil atau nol persen.

Meski demikian, kewaspadaan justru perlu ditingkatkan. Sebab, peralihan dari musim hujan ke musim kemarau menjadi fase kritis di mana nyamuk Aedes aegypti berpotensi lebih cepat berkembang biak. Dinkes Lebak mendorong masyarakat untuk kembali mengaktifkan gerakan PSN dan 3M Plus secara gotong royong.

Efektivitas 3M Plus dan PSN untuk Putus Mata Rantai DBD

"Kami minta masyarakat bergotong royong dengan melakukan gerakan PSN dan 3M, karena lebih efektif dan murah untuk memutuskan mata rantai penyebaran kasus DBD," ujar Nining Tilawah di Lebak, Rabu (13/5/2026).

Gerakan 3M Plus yang dimaksud meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi jadi sarang nyamuk. Plus-nya berupa penggunaan obat nyamuk spray atau repellent, menaburkan bubuk Abate di genangan air dan bak mandi, hingga memasang kasa pada lubang angin rumah agar nyamuk tidak masuk.

Ada 8 Warga di Satu RT Terjangkit, Satu Masih Dirawat

Di tingkat kelurahan, kewaspadaan mulai diterapkan secara langsung. Lurah Muara Ciujung Timur Rangkasbitung, Mutria, menginstruksikan warganya untuk bergotong royong membersihkan lingkungan sekaligus menebar bubuk Abate yang sudah didistribusikan dari Dinkes setempat.

Ketua RT 01/RW 09 Kelurahan MC Timur Rangkasbitung, Iman, melaporkan bahwa di wilayahnya tercatat delapan orang terserang DBD. Lima di antaranya sudah sembuh, satu orang masih dirawat di RS Misi, dan dua lainnya baru menunjukkan gejala. Sementara di RT 02, dua orang dinyatakan positif DBD.

"Kami sekarang mewaspadai kasus DBD dengan melakukan kebersihan lingkungan juga PSN dan 3M Plus untuk mencegah penyakit akibat gigitan nyamuk," ungkap Iman.

Gotong Royong Jadi Kunci di Musim Pancaroba

Dinkes Lebak menekankan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi benteng paling murah dan efektif. Menjaga kebersihan lingkungan secara kolektif diyakini mampu membunuh jentik-jentik nyamuk sebelum sempat berkembang menjadi nyamuk dewasa yang membawa virus dengue.

Dengan angka kasus yang masih tergolong tinggi meski tanpa kematian, koordinasi antara dinas, lurah, hingga ketua RT menjadi krusial. Warga diharapkan tidak menunggu hingga kasus merebak, melainkan aktif melakukan pencegahan mandiri di setiap rumah dan lingkungan sekitar.

Bagikan
Sumber: metrotvnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks