BANTEN — Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, secara resmi menyerukan serangan balasan ke kawasan Dahiyeh, Beirut, yang dikenal sebagai basis operasional Hizbullah. Seruan itu disampaikan dalam rapat kabinet keamanan pada Senin (15/4) malam, setelah dua drone milik kelompok tersebut dilaporkan memasuki wilayah udara Israel utara dan jatuh di area terbuka tanpa menyebabkan korban jiwa.
Keputusan Evakuasi dan Target Operasi Militer
Pemerintah Israel memerintahkan evakuasi paksa terhadap warga Lebanon yang tinggal di sejumlah desa perbatasan. Langkah ini diambil untuk memisahkan penduduk sipil dari infrastruktur militer Hizbullah yang dinilai berada di permukiman padat.
Juru bicara militer Israel menyebutkan bahwa serangan balasan akan menyasar pusat komando dan gudang persenjataan Hizbullah di Dahiyeh. “Kami tidak akan membiarkan serangan terhadap kedaulatan Israel tanpa respons yang setimpal,” kata Gallant dalam pernyataan yang dikutip media setempat.
Dua Drone Jatuh, Nol Korban Jiwa
Dua drone Hizbullah yang diluncurkan dari selatan Lebanon berhasil dicegat sistem pertahanan udara Israel sebelum mencapai sasaran. Material drone jatuh di area pertanian di dekat perbatasan, dan tidak ada laporan korban luka maupun kerusakan infrastruktur signifikan.
Meski insiden tersebut tergolong kecil, Menteri Gallant menilai tindakan Hizbullah merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 yang mengatur zona demiliterisasi di perbatasan Lebanon-Israel. “Ini bukan sekadar provokasi, ini agresi terencana,” ujarnya.
Respons Hizbullah dan Imbauan Internasional
Hizbullah hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait seruan balasan Israel. Namun, sumber keamanan Lebanon menyebutkan kelompok tersebut telah meningkatkan kewaspadaan di pos-pos pertahanan di selatan Beirut.
PBB melalui UNIFIL mendesak kedua pihak untuk menahan diri dan kembali pada mekanisme gencatan senjata. “Setiap serangan balasan hanya akan memperluas lingkaran korban sipil,” kata juru bicara UNIFIL dalam konferensi pers daring.
Warga Lebanon di wilayah perbatasan mulai meninggalkan rumah mereka setelah selebaran berisi peringatan evakuasi dijatuhkan pesawat tempur Israel. Beberapa keluarga dilaporkan mengungsi ke daerah pegunungan di sekitar Baalbek dan Nabatieh.
Eskalasi Terbaru di Tengah Ketegangan Regional
Ketegangan di perbatasan utara Israel meningkat dalam sepekan terakhir, seiring dengan eskalasi konflik di Jalur Gaza. Hizbullah menyatakan dukungannya terhadap Hamas dan mengklaim serangan drone tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.
Analis militer menilai respons Israel terhadap serangan Hizbullah kali ini lebih cepat dan lebih keras dibandingkan insiden serupa sebelumnya. “Keputusan menyerang Dahiyeh secara langsung menunjukkan perubahan doktrin pertahanan Israel di front utara,” kata seorang pengamat keamanan Timur Tengah kepada Antara.
Pemerintah Lebanon belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait evakuasi paksa tersebut. Kementerian Luar Negeri Lebanon dikabarkan tengah mengajukan protes diplomatik melalui Dewan Keamanan PBB.